Lambeturah.co.id - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Selasa (29/9/2026) pagi. Erupsi terjadi sekitar pukul 05.43 WIT.

Badan Geologi melaporkan erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 19 milimeter dan berlangsung selama 52,35 detik. Saat erupsi terjadi, tinggi kolom abu vulkanik tidak teramati.

"Telah terjadi erupsi G. Dukono, Maluku Utara pada tanggal 29 September 2026 pukul 05:43 WIT namun tinggi kolom abu tidak teramati," tulis Badan Geologi melalui akun media sosial resminya.

Badan Geologi juga menyampaikan bahwa aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung ketika laporan tersebut dibuat.

Saat ini, Gunung Dukono masih berstatus Level II atau Waspada. Dengan status tersebut, masyarakat di sekitar gunung, termasuk pengunjung dan wisatawan, diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas, mendaki, maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.

Badan Geologi turut mengingatkan masyarakat mengenai potensi sebaran abu vulkanik. Arah sebaran abu dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin sehingga wilayah yang terdampak abu tidak selalu sama.

"Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landasan abunya tidak tetap," jelas Badan Geologi.

Untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik, masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Dukono disarankan selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut. Perlengkapan tersebut dapat digunakan saat terjadi sebaran abu untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan.

Badan Geologi mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk tetap mengikuti seluruh rekomendasi keselamatan selama Gunung Dukono masih berada pada Status Level II (Waspada).