Lambeturah.co.id - Platform pasar prediksi berbasis teknologi blockchain, Polymarket, kini tengah menjadi sorotan tajam publik Indonesia usai Yudo Achilles Sadewa, putra dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memamerkan kemenangan taruhan judi bola di situs tersebut pada Senin (6/7/2026).

Langkah berani Yudo mengunggah hasil kemenangan atas laga Piala Dunia 2026 antara Brasil melawan Norwegia langsung memicu kontroversi luas di media sosial.

Pasalnya, platform global tempat ia mendulang cuan kripto itu telah resmi masuk dalam daftar hitam dan diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) lantaran dikategorikan sebagai praktik judi online.

“Eh buset dah wkwkwk menang banyak nih,” tulis putra pejabat finansial tersebut dalam takarir unggahannya yang dikutip pada Senin, 6 Juli 2026.

Di balik euforia kemenangan tersebut, ia berhasil memanfaatkan momentum pertandingan sepak bola dunia untuk meraup keuntungan dari sistem spekulasi tersentralisasi berbasis kripto.

Unggahan kontroversial tersebut sontak diserbu oleh para pengikut (followers) Yudo di media sosial yang memberikan beragam komentar unik sekaligus bernada sindiran.

Beberapa netizen tampak mencandai Yudo untuk meminta bagian dari hasil kemenangan taruhan bola tersebut.

“Bagi sikit yud,” tulis pengguna akun dengan nama rruull di kolom komentar yang berharap kecipratan keuntungan.

“Ga di marahin bokap yud,” sambung pengikut lainnya melalui akun zakyyall, menyoroti implikasi etis seorang anak pejabat tinggi negara yang bermain di pasar spekulasi siber.