Lambeturah.co.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang bayi diberikan perasan jeruk nipis langsung ke mulutnya viral di media sosial.

Diketahui, Di sebagian keluarga, pemberian jeruk nipis atau ramuan tertentu masih dilakukan sebagai kebiasaan turun-temurun, misalnya karena dipercaya dapat membantu batuk atau “membersihkan” pencernaan bayi.

Mari jadikan ini sebagai edukasi bersama, bukan untuk menyalahkan kebiasaan yang sudah dilakukan turun-temurun.

Tujuannya adalah membuka wawasan para ibu muda dan orang tua baru, agar setiap kebiasaan juga dapat dipertimbangkan berdasarkan ilmu kesehatan dan bukti medis yang terus berkembang.

Secara medis, bayi di bawah 6 bulan tidak direkomendasikan diberikan air jeruk nipis. WHO merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, tanpa tambahan makanan atau minuman lain kecuali pada kondisi atau indikasi tertentu.

Jeruk nipis memang alami, tetapi alami bukan berarti selalu cocok untuk bayi. Cairan citrus yang asam dapat mengiritasi area sekitar mulut, sementara jus buah pada sebagian bayi juga dapat menimbulkan keluhan saluran cerna.

Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa air jeruk nipis diperlukan untuk “membersihkan” pencernaan bayi.

Tradisi boleh dihargai, ilmu pengetahuan juga terus berkembang. Yang terpenting, setiap keputusan tetap mengutamakan keamanan dan kesehatan si kecil.