Lambeturah.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, pada Rabu malam (28/10/2026). Meski jumlah titik api dilaporkan mulai berkurang, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran meluas.

Kebakaran terdeteksi di dua lokasi, yakni Jalan A Yani KM 11, tepatnya di sekitar Gapura Selamat Datang, serta kawasan Riang RT 34, Kelurahan Baru. Petugas langsung dikerahkan ke lokasi untuk menangani titik api dan mengantisipasi potensi kebakaran susulan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat, Samuel, mengatakan kemunculan kembali titik api di kedua lokasi tersebut menjadi perhatian petugas karena berpotensi meluas dan mengancam kawasan di sekitarnya.

Menurutnya, penanganan dilakukan secepat mungkin agar kebakaran dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

Upaya pemadaman melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, serta jajaran Kelurahan Baru. Penanganan juga mendapat dukungan dari Banser, Huma Singgah Itah, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Baru, warga setempat, dan relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang dikoordinasikan Amat.

Samuel menegaskan bahwa kerja sama antara petugas, relawan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mempercepat penanganan karhutla. Selain memadamkan api, tim di lapangan juga memastikan kondisi lokasi tetap terkendali setelah proses pemadaman selesai.

Salah satu tahapan penting dalam penanganan karhutla adalah pendinginan atau pembasahan area yang terbakar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bara api yang masih tersisa kembali menyala, terutama pada lahan gambut dan material kering.

Bara api yang tersembunyi di dalam tanah dapat memicu kebakaran berulang apabila tidak ditangani secara menyeluruh. Karena itu, petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan guna memastikan potensi munculnya kembali titik api dapat diminimalkan.

Meski jumlah titik api mulai menurun, kewaspadaan terhadap karhutla di wilayah Kotawaringin Barat masih perlu ditingkatkan. Sinergi antara pemerintah daerah, petugas pemadam, relawan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan kebakaran serta mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan kehidupan warga.