Lambeturah.co.id - Usai Kepala Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Halim Wahyu, bantah kabar yang mengaitkan meninggalnya Sumarna, petugas keamanan PJT II, dengan aksi vandalisme kelompok anak motor, pernyataan serupa juga disampaikan Ketua RW 07 Kampung Kembang Kuning, Dadang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, Dadang menilai hingga saat ini belum ada bukti yang mengarah jika kematian Sumarna berkaitan dengan aksi vandalisme yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Dadang mengungkapkan dirinya sempat bertemu dengan almarhum beberapa hari sebelum peristiwa terjadi. Dalam pertemuan tersebut, korban hanya menceritakan pernah menegur seseorang dengan cara baik-baik dan tidak pernah menyampaikan adanya konflik maupun perselisihan yang serius.
Dadang juga menyampaikan, sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara keributan dan teriakan meminta tolong pada dini hari. Namun, tidak ada warga yang berani keluar rumah untuk memastikan sumber suara itu karena merasa takut dan lokasi suara berada cukup jauh.
Terkait barang bukti berupa handy talky (HT), Dadang membenarkan perangkat komunikasi itu ditemukan di atas sebuah perahu di sekitar lokasi kejadian.
Saat dirinya bersama petugas keamanan dan pihak terkait mendatangi lokasi, HT tersebut memang sudah berada di atas perahu.
Ia juga mengaku tidak melihat adanya jejak kaki maupun bekas aktivitas lain di sekitar lokasi penemuan.
Sebagai Ketua RW yang membawahi lima RT, Dadang menyebut telah berkoordinasi dengan seluruh ketua RT setelah kejadian.
Hasilnya, tidak ditemukan adanya warga yang hilang maupun orang asing yang mencurigakan di lingkungan tersebut.
Dadang juga mengaku belum menerima informasi resmi mengenai perkembangan penyelidikan ataupun adanya pelaku yang telah diamankan.
Ia memilih menunggu hasil penyelidikan kepolisian yang hingga kini masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap penyebab pasti kematian Sumarna.





