Lambeturah.co.id - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan mengalami obesitas ekstrem dengan berat badan yang diperkirakan mencapai lebih dari 140 kilogram.

Informasi tersebut disampaikan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) dalam laporan yang dipaparkan kepada anggota parlemen Korea Selatan, Youn Kun Young, pada Rabu (30/9).

Menurut NIS, kondisi Kim Jong Un dikategorikan sebagai obesitas ekstrem. Berat badannya diperkirakan telah melampaui 140 kilogram atau sekitar 310 pon.

NIS juga menyebut kondisi tersebut membuat Kim Jong Un memiliki risiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular. Meski demikian, berdasarkan informasi yang disampaikan, tidak ditemukan tanda-tanda masalah kesehatan lain dan Kim diyakini masih dalam kondisi sehat.

Kim Jong Un memang telah lama diketahui memiliki masalah berat badan. Ia juga dikenal sebagai perokok berat.

Kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara menjadi perhatian dunia internasional. Hal tersebut berkaitan dengan posisi Kim sebagai pemimpin negara yang memiliki senjata nuklir, sehingga persoalan kesehatan dan kemungkinan suksesi kepemimpinan dapat berdampak terhadap stabilitas Korea Utara.

Spekulasi mengenai kesehatan Kim Jong Un sebelumnya mencuat pada 2020. Saat itu, ia tidak menghadiri peringatan ulang tahun kakeknya, Kim Il Sung, dan tidak terlihat di hadapan publik selama sekitar 20 hari.

Riwayat kesehatan keluarga Kim juga menjadi sorotan. Ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya, Kim Il Sung, sama-sama dikenal memiliki berat badan berlebih serta merupakan perokok berat. Keduanya meninggal setelah mengalami serangan jantung.

Di sisi lain, persoalan pangan juga masih menjadi perhatian di Korea Utara. Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk HAM di Korea Utara, Elizabeth Salmon, pernah menyampaikan kekhawatiran mengenai masalah kekurangan pangan di Pyongyang.

Kondisi tersebut disebut tidak tercermin dalam kehidupan keluarga penguasa Korea Utara.

Paul Smart, mantan kepala koki Hotel Metropole Hanoi yang pernah bekerja sebagai chef pribadi Kim Jong Un ketika pertemuan Korea Utara-Amerika Serikat pada 2019, mengatakan Kim memiliki selera terhadap makanan mewah.

Kim disebut menyukai berbagai hidangan mahal, termasuk kaviar, lobster, dan foie gras.

"Dia suka caviar, lobster, dan makanan-makanan yang sangat mewah. Foie gras, dia sangat suka memanjakan diri dalam kuliner," ujar Smart.