Lambeturah.co.id - Salah satu korban meninggal dunia dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Sefril Ardiansah, diketahui merupakan atlet panjat tebing asal Kota Probolinggo, Jawa Timur. Kabar duka tersebut membuat keluarga besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo terpukul.

Pelatih FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi, mengaku menerima kabar awal mengenai dugaan keterlibatan Sefril sebagai korban sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (15/10/2026). Namun, saat itu pihaknya belum memperoleh daftar resmi nama korban kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kepastian awal baru diterima sekitar pukul 16.00 WIB setelah adanya informasi dari kepolisian dan tim penyelamat di kawasan Cemoro Lawang.

Iwan mengatakan, setelah mendengar kabar tersebut, dirinya langsung berusaha menghubungi Sefril melalui telepon. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons.

"Sekitar jam dua saya mendengar berita bahwasanya salah satu nama korban dari kebakaran di TNBTS adalah Sefril Ardiansah. Tapi jam dua itu belum ada daftar resminya. Jam empat tadi saya baru tahu ada daftar nama," ungkap Iwan, Kamis (15/10/2026).

Pihak FPTI Kota Probolinggo kemudian menghubungi rekan-rekan dan keluarga Sefril untuk memastikan informasi tersebut. Orang tua Sefril juga dilaporkan telah menuju lokasi kejadian.

Informasi dari tim penyelamat di Cemoro Lawang menyebutkan nama Sefril tercantum dalam daftar korban. FPTI pun berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi lebih lanjut.

Sembari menunggu kepastian, FPTI Kota Probolinggo mulai mempersiapkan rekan-rekan Sefril untuk berkumpul di rumah duka.

Atlet Berprestasi yang Diproyeksikan untuk Kejuaraan 2027

Kepergian Sefril menjadi kehilangan besar bagi keluarga FPTI Kota Probolinggo. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai atlet panjat tebing yang memiliki potensi besar dan tengah dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk kompetisi pada 2027.

Sefril juga disebut pernah meraih medali dalam sejumlah kejuaraan panjat tebing. Prestasi tersebut membuatnya dipandang sebagai atlet muda dengan masa depan yang menjanjikan.

Di luar pencapaiannya di bidang olahraga, Sefril dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap rekan-rekannya, terutama para atlet junior yang sedang menjalani pembinaan.

"Sefril adalah atlet yang baik. Orangnya sangat suka membantu, terus peduli sama adik-adik angkatannya. Jadi kami sangat terpukul," ujar Iwan.

Duka atas kabar tersebut turut dirasakan oleh masyarakat Kota Probolinggo yang mengenal Sefril sebagai atlet muda berprestasi.

Keluarga besar FPTI Kota Probolinggo berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

"Semoga almarhum diberikan pengampunan oleh Allah dan diberikan tempat yang sebaik-baiknya," tuturnya.

Empat Korban Meninggal dalam Karhutla Bromo

Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo, tepatnya di Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, wilayah Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10/2026).

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Informasi awal menyebutkan enam orang terjebak dalam peristiwa tersebut, dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Dalam perkembangan selanjutnya, jumlah korban meninggal dunia disebut mencapai empat orang. Seluruh korban meninggal dilaporkan telah dievakuasi ke RSUD Tongas.

Dua titik yang terdampak kebakaran berada di Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, sebelah timur kawasan Mentigen.

Peristiwa tersebut menambah duka akibat karhutla di kawasan Bromo. Identitas dan kondisi para korban menjadi perhatian, sementara keluarga serta pihak terkait berupaya memastikan informasi mengenai para korban.