Lambeturah.co.id — Sebuah momen menarik terjadi dalam Rapat Kerja antara Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, sempat menegur Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di tengah-tengah pembahasan krusial mengenai anggaran kementerian. Teguran tersebut dilayangkan bukan karena substansi materi, melainkan karena volume suara dari mikrofon Menpar yang dinilai kurang jelas terdengar oleh pimpinan sidang.
Peristiwa ini bermula ketika Menpar Widiyanti sedang memaparkan rincian rencana strategis dan alokasi anggaran Kementerian Pariwisata. Saat sedang serius menjabarkan angka-angka anggaran, Saleh Daulay tiba-tiba memotong pembicaraan untuk memberikan instruksi teknis terkait penggunaan alat pengeras suara oleh Sang Menteri.
"Bu, izin ya, minta tolong mic-nya lebih dekat sedikit supaya saya nggak salah dengar. Kurang dekat soalnya," ujar Saleh Daulay selaku pimpinan rapat peninjauan tersebut.
Interupsi spontan dari pimpinan sidang tersebut langsung direspons dengan sigap oleh Menpar Widiyanti. Ia tampak langsung mendekatkan posisi mikrofon ke arahnya demi memastikan bahwa setiap detail angka dan program anggaran yang dipaparkannya dapat disimak dengan akurat oleh seluruh anggota dewan yang hadir.
Pentingnya Akurasi dalam Pembahasan Anggaran
Saleh Daulay menegaskan bahwa kejelasan suara sangat krusial dalam rapat kerja kali ini, mengingat agenda yang dibahas menyangkut uang negara dan program kerja berskala nasional. Menurutnya, jarak mikrofon yang terlalu jauh berpotensi memicu salah dengar atau miskomunikasi atas angka-angka anggaran yang sedang diakumulasikan.
Rapat kerja antara Komisi VII dan Kementerian Pariwisata ini memang menjadi sorotan publik setelah potongan videonya beredar luas di media sosial, termasuk di platform Instagram. Banyak warganet yang menilai dinamika ini sebagai bentuk profesionalisme dan ketelitian DPR dalam mengawal proses transparansi anggaran negara bersama mitra kerjanya.
Hingga berita ini diturunkan, rapat kerja terus berlanjut secara kondusif dengan pembahasan yang makin mendalam mengenai optimalisasi penyerapan anggaran sektor pariwisata agar tepat sasaran dan berdampak positif bagi perekonomian nasional.





