Lambeturah.co.id - Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria diduga pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak viral di media sosial. Pria tersebut menuai kecaman luas dari warganet usai melontarkan pernyataan yang dinilai mengejek korban kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Unggahan tersebut viral salah satunya usai diunggah ulang oleh akun Threads @bunny.intan_ pada Sabtu (19/9/2026). Dalam narasi yang beredar, pria tersebut diidentifikasi sebagai Gerardus Majella Hananto Hega Permanaditya.

"Pegawai BGN malah ngejek korban keracunan MBG," tulis narasi dalam unggahan yang beredar di media sosial.

Dalam rekaman video yang beredar, pria tersebut terlihat sedang menyantap hidangan chicken katsu yang diakuinya telah dimasak sejak sehari sebelumnya. Sambil tertawa, ia kemudian melontarkan celotehan yang memicu amarah publik.

“Btw gua makan chicken katsu masakan kemarin, apakah masih enak? Oh tidak, ingatanku hilang 70 persen,” ucap pria tersebut dalam video.

Pernyataan tersebut langsung dikaitkan warganet dengan insiden keracunan masal program MBG di Berastagi yang menimpa ratusan siswa. Salah satu korban dilaporkan bernama Febiona Purba, seorang siswi yang sempat mengalami kejang hingga dikabarkan mengalami gangguan ingatan pasca-kejadian.

Sontak, video tersebut memicu gelombang kritik pedas dari warganet. Banyak pihak menyayangkan sikap oknum tersebut yang dinilai tidak empatik terhadap para korban, terlebih ia diduga bekerja di instansi yang berkaitan langsung dengan program tersebut.

"Ratusan siswa keracunan, Febiona sempat kejang. Uang pajak buat bayar orang begini?" tulis keterangan salah satu akun pengunggah di platform X (@menuembegejelek).

Akun Instagram Mendadak Hilang

Buntut dari viralnya video tersebut, warganet langsung beramai-ramai mencari keberadaan akun media sosial milik pria tersebut. Akun Instagram yang diduga miliknya, @gerardpermana, yang sebelumnya memiliki sekitar 1.340 pengikut, kini terpantau sudah tidak dapat ditemukan atau menghilang dari pencarian.

Meskipun narasi bahwa video tersebut ditujukan untuk mengejek Febiona Purba berkembang pesat berdasarkan penilaian pengguna media sosial, hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak Gerardus Permanaditya maupun tanggapan resmi dari BGN terkait maksud dan tujuan pembuatan video tersebut.