Lambeturah.co.id - Tiga santri di salah satu pondok pesantren di Lombok Tengah, NTB, diduga menjadi korban pembakaran oleh kakak kelas sesama santri. Kasus ini mencuat setelah video salah satu korban beredar di media sosial.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada November 2025 dan menyebabkan satu santri berinisial SS (13) meninggal dunia setelah menjalani perawatan sekitar dua bulan.

Salah satu korban, SAH (13), menyebut kejadian bermula setelah ia dan teman-temannya melaporkan kenakalan senior kepada pimpinan pesantren.

“Teman saya ada yang ditelanjangi, terus dia dipanggil sama Abah. Setelah itu dia mengancam akan membakar, dan setelah tiga hari dia membakar,” kata SAH.

Menurut keterangan keluarga korban, para korban sempat berada di sebuah ruangan kosong sebelum peristiwa itu terjadi. Korban disebut mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan selama berbulan-bulan.

Bibi korban, Nurul Hidayah, mengatakan pihak keluarga melaporkan kasus ini ke Polres Lombok Tengah karena meminta keadilan dan pertanggungjawaban.

“Harapan saya hanya meminta keadilan dan tanggung jawab, bukan uang bukan apa,” ujarnya.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, membenarkan laporan tersebut telah diterima dan kini ditangani Unit PPA karena melibatkan anak di bawah umur.

Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk mengungkap alur kejadian serta pihak-pihak yang terlibat.