Lambeturah.co.id - Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar SMPN 43 Jakarta berinisial ATM (14) di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik. Selain menelan korban jiwa, insiden tersebut turut memunculkan dugaan mengenai kepemilikan barang yang diduga narkotika di dalam mobil yang terlibat kecelakaan.
Kecelakaan itu terjadi di Jalan Mampang Prapatan VI, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/10/2026) dini hari. Korban tewas setelah ditabrak mobil Mitsubishi Pajero Sport yang dikemudikan Andi Derisakti Pratama Iskandar (26).
Kasus tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah muncul narasi di media sosial yang menyebut pengemudi mobil itu merupakan anak seorang pensiunan jenderal TNI. Selain itu, warga disebut menemukan barang yang diduga berkaitan dengan narkotika di dalam kendaraan tersebut.
Meski demikian, polisi menegaskan bahwa kepemilikan dan jenis barang yang ditemukan masih dalam pendalaman. Hasil tes urine terhadap pengemudi juga menunjukkan hasil negatif narkoba.
Kronologi Kecelakaan Maut di Mampang
Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, menjelaskan kecelakaan bermula ketika mobil Mitsubishi Pajero melaju dari arah barat menuju timur di Jalan D, Mampang Prapatan.
Pada saat bersamaan, ATM sedang berjalan kaki di sisi kiri jalan, searah dengan kendaraan tersebut. Mobil Pajero kemudian menabrak korban.
“Kendaraan Pajero sedang melaju dari barat ke timur, di dekat Jalan D menabrak pejalan kaki yang sedang berjalan searah di depan sebelah kiri,” kata Kharisma, dikutip dari Kompas.com, Senin (19/10/2026).
Setelah menabrak korban, mobil tersebut kembali menghantam dua kendaraan lain. Kedua kendaraan itu adalah Toyota Avanza yang sedang terparkir di sisi kiri jalan dan mobil Hyundai yang melaju searah di depan Pajero.
Akibat kejadian tersebut, ATM mengalami luka berat di bagian kepala. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kecelakaan itu juga menyebabkan ketiga mobil mengalami kerusakan pada sejumlah bagian bodi kendaraan.
Polisi Dalami Temuan Barang yang Diduga Narkoba
Kasus kecelakaan ini turut menjadi perhatian setelah warga mengamankan pengemudi dan menemukan satu plastik klip berisi material yang disebut-sebut sebagai tembakau sintetis di dalam mobil Pajero.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, mengatakan polisi belum dapat memastikan jenis maupun pemilik barang tersebut.
Menurut Joko, temuan itu masih perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui apakah material tersebut termasuk narkotika atau bukan.
“Memang sama-sama kita lihat di media sosial ada yang menunjukkan sejenis tembakau gitu ya. Kami belum bisa memastikan siapa pemilik barang itu,” ujar Joko kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).
Polisi telah melakukan pemeriksaan urine terhadap pengemudi Pajero. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa pengemudi tidak terindikasi menggunakan narkoba berdasarkan tes urine yang dilakukan.
“Langkah kami, pertama, kami terhadap pengemudi mobil sudah kami lakukan cek urine, hasilnya negatif,” kata Joko.
Meski hasil tes urine negatif, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi untuk mendalami peristiwa kecelakaan serta temuan barang di dalam kendaraan.
Korban Merupakan Siswa Kelas IX SMPN 43 Jakarta
Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko, membenarkan bahwa korban merupakan siswa kelas IX SMPN 43 Jakarta.
Menurut Sarwoko, kecelakaan terjadi tidak jauh dari tempat tinggal korban. Saat peristiwa berlangsung, ATM diketahui sedang bersama teman-temannya.
“Benar, telah terjadi kecelakaan yang melibatkan salah satu siswa kelas IX pada Minggu, 18 Oktober 2026, sekitar pukul 01.00 WIB, di dekat tempat tinggal korban,” kata Sarwoko.
Ia juga memastikan korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut dan pengemudi mobil telah ditangani pihak kepolisian.
Sementara itu, keluarga korban sebelumnya menyatakan menolak penyelesaian secara damai dan berharap kasus tersebut diproses sesuai ketentuan hukum.
Hingga kini, dugaan hubungan pengemudi dengan keluarga seorang pensiunan jenderal TNI serta kepemilikan barang yang diduga narkotika masih menjadi perhatian publik. Polisi masih mendalami temuan tersebut, sementara hasil tes urine pengemudi dinyatakan negatif narkoba.





