Lambeturah.co.id – Aktor Elryan Carlen memenuhi panggilan penyidik Polres Metro Depok untuk menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan penganiayaan yang menyeret nama aktor Eza Gionino, Rabu (19/8/2026).
Elryan sebelumnya telah melaporkan Eza Gionino ke pihak kepolisian atas dugaan tindak kekerasan fisik. Dalam pemeriksaan perdana tersebut, Elryan dimintai keterangan mengenai kronologi kejadian hingga sejumlah barang bukti yang telah diserahkan kepada penyidik.
Elryan mengatakan dirinya sebenarnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebelumnya. Namun, karena memiliki agenda syuting, pemeriksaan baru dapat dilakukan hari ini.
"Hari ini cuma klarifikasi aja tadi, dipanggil sama Bang Panji yang mengurus kasus saya. Memang kemarin ada jadwal syuting, jadi hari ini baru bisa hadir," ujar Elryan.
Dalam pemeriksaan tersebut, Elryan mengaku mendapat sekitar 12 pertanyaan dari penyidik. Pertanyaan itu disebut berkaitan dengan detail kejadian yang dilaporkannya.
"12 ya, seputar apa yang terjadi, terus kejadiannya seperti apa, kronologinya, terus apa yang dipukul, terus dia bawa apa, dengan siapa, kejadiannya di mana," jelas Elryan.
Elryan belum mau membeberkan seluruh detail perkara karena proses hukum masih berjalan. Namun, ia memastikan laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pemukulan.
"Oh ini kasus pemukulan, pemukulan dari pihak E. Saya mungkin nggak bisa nyebut banyak karena kasusnya udah berlanjut, udah berjalan juga. Jadi minta doanya aja," ungkapnya.
Elryan kemudian menceritakan secara singkat kronologi kejadian yang disebut berlangsung pada 12 Agustus 2026 di sekitar kawasan tempat tinggalnya di Cibubur.
Menurut Elryan, Eza datang menemuinya. Awalnya, ia tidak menaruh kecurigaan karena mengaku telah mengenal Eza sebagai teman selama sekitar 11 tahun.
"Dia datang tanpa tuduhan, dia minta ketemu sama saya. Datang tanpa tuduhan, hingga akhirnya dia menuduh hal yang dia tuduhkan ke saya, terus melakukan pemukulan," kata Elryan.
Elryan mengaku sangat terkejut karena sebelumnya hubungan mereka disebut baik-baik saja.
"Justru kita temenan baik. Temenan 11 tahun. Tiba-tiba aja, makanya nggak nyangka bisa sampai ada pemukulan," ujarnya.
Elryan menyebut persoalan tersebut bermula ketika Eza diduga menuduh dirinya memiliki hubungan dengan mantan istri Eza, Eca.
Tuduhan itu membuat Elryan merasa bingung karena ia mengaku tidak pernah memiliki hubungan seperti yang dituduhkan.
"Dia datang-datang nuduh bahwasannya kalau saya tuh ada hubungan sama mantan istrinya, si Eca. Makanya saya bingung, kok dia bisa datang-datang nuduh saya gitu. Bahkan tak ada bukti," tuturnya.
Elryan juga menegaskan dirinya telah memiliki istri dan anak. "Saya punya istri, saya punya anak. Jadi untuk apa saya dekatin istri orang?" tegasnya.
Ia mengatakan tuduhan tersebut bukan pertama kali diterimanya. Menurut Elryan, pernah ada tuduhan serupa sekitar 2014 atau 2015.
Namun, persoalan tersebut disebut sempat berakhir setelah pihak yang bersangkutan meminta maaf.
Mengenai dugaan kekerasan yang dialaminya, Elryan menyebut bagian rahangnya menjadi salah satu area yang terkena pukulan cukup keras.
Ia juga mengaku sempat berusaha menahan Eza agar tidak kembali melakukan tindakan tersebut. "Di rahang, bagian sini. Di sini sudah, mungkin itu yang paling keras. Terus mungkin yang lain itu karena ada bentuk dari saya meluk dia biar dia nggak mukul saya lagi," jelas Elryan.
Elryan menegaskan bahwa tindakannya tersebut merupakan upaya untuk menghentikan situasi, bukan untuk membalas.
Setelah kejadian, Elryan mengatakan Eza sempat menghubunginya dan meminta maaf.
Menurut Elryan, kejadian berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB. Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, Eza disebut menghubunginya.
"Jam 5 itu dia minta maaf. Dia minta maaf karena sudah terjadi hal yang kayak inilah, di luar dari dugaan dia," kata Elryan.
Dalam komunikasi tersebut, Eza juga disebut meminta agar persoalan tersebut tidak dibawa lebih jauh. Namun, Elryan tetap memilih membuat laporan polisi.
"Saya ngelaporin ini sekali lagi untuk pihak-pihak dia itu biar jeralah, ada hukum jera, biar dia nggak sembarangan untuk ke depannya," ujarnya.
Setelah kejadian tersebut, Elryan mengaku langsung memutus komunikasi dengan Eza.
Ia mengatakan keputusan tersebut diambil karena merasa mengalami trauma setelah didatangi, dituduh, kemudian diduga mengalami tindakan kekerasan.
"Udah cukup deh kayaknya, karena ada rasa trauma. Dia datang-datang menuduh saya, terus langsung mukul, terus ada bentuk ancaman juga," ungkapnya.
Elryan juga mengatakan setelah laporan dibuat, belum ada komunikasi lebih lanjut dari pihak Eza.
"Saya putus komunikasi. Saya langsung cut," katanya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan penyelesaian secara kekeluargaan, Elryan memilih menyerahkan persoalan tersebut kepada kepolisian.
Ia mengaku tidak ingin mengambil keputusan secara gegabah karena proses hukum masih berjalan. "Saya serahkan aja ke pihak kepolisian. Saya juga nggak mau gegabah buat ke depan," ujarnya.
Elryan tidak menutup kemungkinan adanya tahapan mediasi apabila nantinya menjadi bagian dari proses hukum. Namun, untuk saat ini ia ingin proses laporan tersebut berjalan terlebih dahulu.
Elryan mengatakan alasan utama dirinya memilih jalur hukum adalah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia berharap laporan tersebut dapat memberikan pelajaran dan efek jera.
"Kalau saya sih cukup tahu, mungkin setelah saya lapor ini ya mungkin ada hukum jera untuk dia, biar dia untuk ke depannya itu nggak sembarangan lagi," katanya.
Elryan juga berharap persoalan tersebut tidak terulang kepada orang lain.
"Mungkin nggak cuma sama saya ya, nanti ke depannya mungkin sama teman-teman yang lain, mungkin dia melakukan hal yang sama," lanjutnya.
Setelah pemeriksaan hari ini, Elryan mengatakan kemungkinan masih akan ada pemeriksaan lanjutan.
Salah satunya berkaitan dengan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP). Ia juga menyebut kemungkinan adanya saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Setelah nanti pemeriksaan di tempat kejadian perkara, nanti mungkin bisa dipanggil lagi," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan detikcom, penyidik dalam pemeriksaan perdana memang menggali keterangan mengenai kronologi kejadian serta barang bukti yang telah disampaikan oleh Elryan sebagai pelapor.
Hingga berita ini ditulis, Eza Gionino belum memberikan penjelasan atau klarifikasi mengenai laporan dugaan penganiayaan yang disampaikan Elryan Carlen.
Kasus tersebut masih dalam proses penanganan kepolisian. Seluruh tudingan mengenai dugaan pemukulan dalam berita ini merupakan keterangan dari Elryan Carlen sebagai pelapor dan belum merupakan kesimpulan hukum terhadap Eza Gionino.





