Lambeturah.co.id - Penggerebekan terduga pengedar narkotika berinisial P di Desa Tengah, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), berujung ricuh. Polisi mendapat perlawanan dari warga yang membawa senjata tajam hingga menyebabkan seorang anggota terluka.
P yang menjadi target operasi (TO) Ditresnarkoba Polda NTB berhasil melarikan diri saat situasi memanas. Polisi kini masih melakukan pengejaran terhadap pria tersebut.
Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Roman Smaradhana Elhaj mengatakan pihaknya memastikan pengejaran terhadap P terus dilakukan.
"Polisi akan tetap melakukan pengejaran terhadap P," kata Roman di Mataram, Rabu (16/9/2026).
Peristiwa tersebut bermula ketika Tim Gabungan Ditresnarkoba Polda NTB bersama Polsek Utan mendatangi rumah P pada Selasa (15/9/2026). Kedatangan polisi bertujuan melakukan penggeledahan terkait dugaan kasus narkotika.
Awalnya, proses penggeledahan berlangsung kondusif. Namun, situasi berubah setelah keluarga P tidak diperbolehkan ikut menyaksikan penggeledahan di dalam rumah.
Keluarga P kemudian disebut memanggil warga sekitar. Sejumlah warga bahkan mendapatkan senjata tajam berupa parang dan selanjutnya menghadang petugas.
"Karena tidak diizinkan, mereka memprovokasi warga lainnya, dan bagi-bagi parang," ujar Roman.
Warga yang membawa parang kemudian menyerang polisi di sekitar lokasi penggeledahan. Seorang anggota polisi yang menjabat sebagai Kanit tim gabungan Ditresnarkoba Polda NTB terluka akibat terkena sabetan senjata tajam.
Petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk mengendalikan situasi. Namun, serangan disebut masih berlanjut sehingga polisi akhirnya melepaskan tembakan yang mengenai dua warga.
"Satu warga kena tembakan pada lengan kanan, satu lagi kena lengan kanan atas, di bawah ketiak," kata Roman.
Di tengah kericuhan tersebut, P memanfaatkan situasi untuk melarikan diri. Polisi kemudian berupaya meredakan ketegangan dengan mendatangi sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Meski P berhasil kabur, petugas tetap menemukan barang bukti yang diduga narkotika dari rumah tersebut. Polisi mengamankan empat klip berisi bongkahan sabu dengan berat kotor mencapai 23,7 gram.
"Kami berhasil temukan dan amankan barang bukti empat klip berisi bongkahan sabu dengan berat kotor 23,7 gram," ungkap Roman.
Roman menyampaikan dua warga yang terkena tembakan telah mendapatkan perawatan medis. Salah satunya masih dirawat di RSUD Sumbawa, sedangkan warga lainnya dirujuk ke RSUP NTB.
Sementara itu, anggota polisi yang terluka akibat sabetan parang telah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan jalan.
"Satu orang kini dirawat di RSUD Sumbawa, satu lainnya dirujuk ke RSUP NTB. Untuk anggota, alhamdulillah sudah boleh pulang dan akan melakukan rawat jalan," pungkasnya.





