Lambeturah.co.id - Puskesmas Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengakui adanya kesalahan dalam pemberian obat kepada seorang pasien berusia 12 tahun yang datang untuk berobat karena mengalami gangguan pada mata.

Alih-alih mendapatkan obat tetes mata, pasien berinisial AP tersebut justru menerima obat tetes telinga dari petugas puskesmas.

Kepala Puskesmas Ngawi, dr. Nina Wahyuning Sasi, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga telah memberikan teguran kepada petugas yang terlibat dalam insiden itu.

"Petugasnya sudah kami tegur. Dan hari ini kami akan mengadakan pertemuan untuk membahas prosedur penanganan kejadian nyaris cedera," kata Nina, Senin (27/7/2026).

Nina mengatakan, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab terjadinya kesalahan pemberian obat tersebut. Dugaan sementara, petugas kurang fokus ketika memberikan pelayanan kepada pasien.

"Kalau masalah salah obat itu saya belum paham. Mungkin karena kurang fokus atau faktor lain," ujarnya.

Keluarga Curiga dengan Obat yang Diberikan

Insiden tersebut dialami AP, warga Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi, saat menjalani pemeriksaan di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Ngawi pada Minggu (26/7/2026).

Kakak AP, Faizal, mengatakan adiknya datang ke puskesmas karena mengalami gangguan pada mata. Namun, setelah diperiksa, AP justru mendapatkan obat tetes telinga dengan aturan penggunaan setiap empat jam.

Merasa ada yang janggal dengan kemasan obat tersebut, AP kemudian kembali ke puskesmas sekitar satu jam setelah menerima obat untuk meminta penjelasan sekaligus menukarnya.

Namun, menurut Faizal, petugas saat itu memberikan penjelasan bahwa kandungan obat tersebut sama sehingga tetap dapat digunakan.

"Selang satu jam, adik saya datang lagi ke puskesmas. Niatnya untuk menukar dan meminta penjelasan. Tetapi oleh petugas diberikan penjelasan katanya kandungan obatnya sama dan bisa digunakan," kata Faizal.

Penjelasan tersebut justru membuat keluarga AP semakin bingung. Faizal kemudian menyampaikan keluhannya melalui media sosial.

Menurutnya, setelah keluhan tersebut ramai dibicarakan, seorang petugas yang diketahui merupakan bidan desa datang langsung ke rumah keluarga pasien.

Minta Dinkes Evaluasi Pelayanan

Faizal berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di Puskesmas Ngawi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Ia menilai persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kesalahan pemberian obat, tetapi juga bagaimana petugas memberikan respons ketika menerima keluhan dari pasien atau keluarga.

"Ini organ vital, tolong etikanya diperbaiki. Apalagi ketika ada komplain di lapangan. Jangan teledor, ini membahayakan klien," tegasnya.

Faizal juga mengingatkan agar tenaga kesehatan lebih teliti sebelum menyerahkan obat kepada pasien. Selain itu, ia meminta petugas memberikan penjelasan yang jelas dan komunikatif ketika menerima pertanyaan maupun komplain dari pasien dan keluarganya.