Lambeturah.co.id - Sejumlah pria berambut cepak yang terekam mendatangi Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026) dini hari menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak pula beberapa pria berpakaian sipil berada bersama rombongan tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sedikitnya empat pria berpakaian sipil terlihat mendampingi rombongan. Salah satunya mengenakan kemeja krem dan tas selempang hitam sambil merekam suasana menggunakan telepon genggam. Tiga lainnya terlihat mengenakan kemeja hitam, kemeja cokelat muda, dan kaus putih.

Mereka tampak berdiri di sekitar sejumlah pria berambut cepak yang mengenakan pakaian loreng hijau dan membawa senjata. Muncul dugaan bahwa rombongan tersebut merupakan personel TNI. Namun, informasi itu langsung dibantah oleh Markas Besar TNI.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, , menegaskan tidak ada pengerahan personel TNI bersenjata ke Polda Metro Jaya.

Menurutnya, TNI menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan menepis isu adanya keterlibatan personel BAIS dalam peristiwa tersebut.

Viralnya video itu terjadi setelah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di Kafe de'Clan Signature, sebuah money changer, serta rumah mewah di kawasan Sentul dalam penyidikan tiga perkara dugaan korupsi. Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sekitar 74 kilogram emas serta uang tunai senilai ratusan miliar rupiah dalam berbagai mata uang.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran yang dihimpun, sejumlah pria yang terekam berada di Polda Metro Jaya diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas tim Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Kejaksaan Agung maupun Polda Metro Jaya mengenai tujuan kehadiran orang-orang maupun kendaraan yang terekam berada di Mapolda Metro Jaya pada dini hari tersebut.

Kapuspen TNI juga menegaskan bahwa setiap pelibatan personel TNI dalam kegiatan pengamanan, termasuk di kediaman pejabat Kejaksaan Agung, dilakukan melalui mekanisme resmi berdasarkan permintaan instansi terkait dan bukan dalam rangka mengintervensi proses penegakan hukum.

Hingga saat ini, pihak terkait masih belum memberikan penjelasan resmi mengenai agenda yang mempertemukan unsur Jampidsus dan Polda Metro Jaya pada waktu tersebut. Kasus ini pun terus menjadi perhatian publik seiring berkembangnya penyelidikan berbagai perkara dugaan korupsi.