Lambeturah.co.id - Program Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) mendapat beragam respons positif dari para peserta. Mereka menilai kegiatan tersebut lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, bukan pendidikan militer seperti yang kerap dipersepsikan sebagian kalangan.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari generasi muda, perempuan, hingga penyandang disabilitas. Mereka mengaku memperoleh pengalaman berharga yang meningkatkan rasa percaya diri, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan di daerah masing-masing.
Salah seorang peserta perempuan penyandang disabilitas mengungkapkan bahwa dirinya mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta untuk belajar dan berkembang sesuai kemampuan masing-masing, sekaligus menanamkan nilai-nilai bela negara.
Peserta lainnya menjelaskan bahwa materi yang diberikan tidak berfokus pada latihan fisik yang berat. Sebaliknya, pembekalan lebih diarahkan pada pembentukan disiplin, ketahanan mental, kepemimpinan, serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama. Bekal tersebut dinilai penting sebelum mereka terjun mendampingi masyarakat melalui program Koperasi Desa Merah Putih maupun Koperasi Nelayan Merah Putih.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, menjelaskan bahwa kurikulum Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial dirancang khusus bagi peserta dari kalangan masyarakat sipil. Oleh karena itu, aktivitas fisik disusun secara terukur dan disesuaikan dengan kondisi peserta, seperti senam, jalan santai, serta latihan dasar baris-berbaris untuk membangun disiplin dan kekompakan.
Setelah menyelesaikan tahapan pembentukan karakter dan nation building, peserta akan mengikuti pembekalan manajerial yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Materi yang diberikan meliputi tata kelola koperasi, kepemimpinan organisasi, hingga strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui berbagai testimoni tersebut, terlihat bahwa Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial tidak hanya memperkuat kedisiplinan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian sosial, serta jiwa kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para peserta dalam menjalankan peran sebagai penggerak pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.





