Lambeturah.co.id - Warga Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, melakukan aksi pemblokiran di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Parungpanjang dengan Tangerang, Selasa (14/7/2026). Aksi tersebut dipicu keluhan warga terhadap debu tebal yang ditimbulkan dari proyek perbaikan jalan serta lalu lalang truk bertonase besar.
Pemblokiran dilakukan di sekitar SPBU Desa Jagabaya dengan menggunakan potongan batang pohon untuk menutup akses jalan. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur utama tersebut sempat terhenti selama kurang lebih dua jam.
Salah seorang warga berinisial I mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk protes karena minimnya penyiraman jalan selama proyek berlangsung. Menurutnya, debu yang beterbangan semakin parah saat kendaraan besar melintas, terlebih di tengah musim kemarau.
"Kami meminta penyiraman jalan dilakukan minimal tiga kali sehari agar debu tidak terus mengganggu warga," ujarnya.
Warga menilai kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek.
Menanggapi aksi tersebut, pemerintah Kecamatan Parungpanjang bersama pihak terkait langsung melakukan mediasi dengan warga. Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantib) Kecamatan Parungpanjang, Maman Oskar, membenarkan adanya aksi pemblokiran jalan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tuntutan warga ditujukan kepada kontraktor pelaksana proyek agar melakukan penyiraman jalan secara rutin untuk mengurangi debu yang ditimbulkan selama proses perbaikan.
Menurut Maman, hasil mediasi menghasilkan kesepakatan bahwa penyiraman jalan akan dilakukan sebanyak tiga kali setiap hari selama proyek berlangsung. Setelah kesepakatan dicapai, warga membuka kembali akses jalan dan arus lalu lintas kembali normal.
Pemerintah berharap komitmen tersebut dapat mengurangi dampak debu sekaligus mencegah aksi serupa kembali terjadi selama pekerjaan perbaikan jalan masih berlangsung.





