Lambeturah.co.id - Setelah enam hari pencarian intensif, Queentania Makal (11), bocah asal Desa Ampreng, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (28/5/2026).

Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu (23/5/2026) di kawasan Air Terjun Paris, Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat. Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik dan viral di media sosial.

Tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian, relawan, dan warga melakukan pencarian selama enam hari dengan menyisir sejumlah titik di sekitar aliran sungai dan lokasi wisata air terjun.

Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA di area perkebunan dan aliran Sungai Nimanga, Kayuuwi. Proses evakuasi dilakukan oleh Tim SAR gabungan, Kapolsek Kawangkoan beserta anggota, serta para relawan sesuai prosedur pencarian dan penyelamatan.

Hingga kini, pihak berwenang masih belum memberikan penjelasan rinci terkait kronologi penemuan maupun penyebab pasti meninggalnya korban.

Camat Kawangkoan Barat, Heppie Lumintang, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian sejak hari pertama.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada masyarakat yang terus mendukung proses pencarian hingga hari terakhir,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Camat Langowan Barat, Donal Lumingkewas, yang mewakili keluarga korban dan warga Desa Ampreng kepada masyarakat Kayuuwi dan Kawangkoan Barat atas bantuan dan kepedulian selama proses pencarian berlangsung.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat Minahasa yang selama beberapa hari terakhir terus mengikuti perkembangan pencarian Queentania.