Lambeturah.co.id – Video perselisihan antara warga dengan pihak warung bakso di kawasan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, viral di media sosial. Perselisihan tersebut dipicu persoalan pembuangan limbah sisa kuah dan cucian peralatan makan ke saluran got yang berada di depan rumah warga.

Video yang memperlihatkan adu argumen tersebut menjadi sorotan setelah warga mengaku sudah berulang kali menegur pihak warung, tetapi persoalan bau tidak sedap dari saluran pembuangan disebut tak kunjung selesai.

Peristiwa itu turut ramai dibahas di media sosial Reddit, tepatnya di forum r/indonesia. Salah satu unggahan berjudul 'Pedagang Bakso di Banyumanik ngegas saat Ditegur Buang Limbah ke Rumah Warga' mengundang berbagai tanggapan dari pengguna internet.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan, seorang warga mengeluhkan kebiasaan pedagang bakso yang diduga membuang air sisa kaldu ke saluran got di depan rumahnya. Warga mengaku terganggu dengan aroma tidak sedap yang disebut menyerupai bau bangkai.

Persoalan tersebut terjadi di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Warung yang menjadi sorotan diketahui bernama Bakso Bintang 2.

Pemilik rumah bernama Rina (27) mengungkapkan, persoalan pembuangan limbah tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku telah beberapa kali menegur pihak warung karena aroma tidak sedap dari saluran got mengganggu kenyamanan keluarganya.

"Awalnya aku nggak masalah sebetulnya dengan adanya usaha di depan rumah aku. Cuma yang bikin aku resah adalah setiap malam aku harus mencium aroma bau yang nggak sehat dan nggak sedap dari got di depan rumah aku sendiri," kata Rina, dikutip dari detikJateng, Rabu (4/11/2026).

Menurut Rina, teguran yang disampaikan sebelumnya tidak mendapatkan penyelesaian yang diharapkan. Hingga akhirnya, persoalan tersebut kembali memuncak pada Selasa (3/11/2026) malam dan berujung adu argumen.

Ia mengaku awalnya ingin menyelesaikan persoalan secara baik-baik melalui musyawarah. Namun, respons pihak yang ditegur justru membuat situasi semakin memanas.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang karyawan warung bakso membuang air sisa cucian peralatan makan ke saluran got di depan rumah warga.

Seorang pria mengenakan kaus hitam yang berada di lokasi juga terlihat terlibat adu argumen dengan warga yang merekam kejadian tersebut.

Pria itu menyebut air yang dibuang merupakan bekas cucian mangkuk bakso. Ia bahkan meminta warga melaporkan persoalan tersebut kepada ketua RT.

"Nggak apa-apa viralin aja nggak masalah," ujar pria tersebut dalam rekaman video.

Sementara itu, warga yang merekam kejadian menjelaskan bahwa air yang dibuang bukan sekadar air biasa. Menurutnya, cairan tersebut mengandung lemak sapi, sambal, hingga kaldu yang menimbulkan bau tidak sedap.

"Ada lemak sapinya, ada sambalnya, ada kaldunya," tegas warga tersebut.

Viralnya video tersebut membuat pengguna Reddit ramai memberikan tanggapan. Sejumlah warganet mempertanyakan alasan pihak usaha membuang limbah ke saluran yang berada di depan rumah orang lain.

Ada pula yang menyoroti persoalan pengelolaan limbah usaha kuliner. Menurut sejumlah komentar, pelaku usaha seharusnya memiliki sistem pembuangan dan penyaringan limbah yang memadai sebelum air dialirkan ke saluran umum.

Salah satu pengguna Reddit bahkan menyoroti pentingnya penggunaan grease trap atau perangkap lemak untuk mencegah penumpukan sisa minyak dan lemak di saluran pembuangan.

Selain persoalan limbah, warganet juga menyoroti keluhan warga mengenai pelanggan warung yang disebut kerap menggunakan area depan rumah untuk parkir tanpa izin hingga meninggalkan sampah.

Persoalan tersebut akhirnya ditindaklanjuti melalui mediasi yang melibatkan pemilik usaha, warga, pemerintah setempat, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang.

Dalam mediasi tersebut, DLH menemukan adanya pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) karena limbah usaha masih dibuang ke saluran milik warga.

Kabid Pengawasan DLH Kota Semarang, Wahyu Heryawan, mengatakan pihak usaha sebenarnya telah melakukan pemilahan limbah. Namun, air hasil pencucian peralatan makan tetap dialirkan ke saluran warga.

"Ada temuan melanggar SOP karena (limbah) dibuang ke saluran warga, dampaknya pasti bau. Karena kan ini lebih ke usaha kuliner, pasti bau," kata Wahyu, Rabu (4/11/2026).

Sebagai tindak lanjut, DLH meminta pihak usaha memperbaiki sistem pengelolaan limbah. Salah satu langkah jangka pendek yang disarankan adalah memasang grease trap atau perangkap lemak.

Selain itu, pihak usaha juga diminta membuat sumur resapan sebagai solusi sementara. Untuk jangka menengah, DLH menyarankan penggunaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) portabel.

Setelah melalui proses mediasi, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan. Camat Banyumanik, Sri Martini, menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan dan masing-masing pihak sepakat untuk saling memaafkan.

"Alhamdulillah sudah ada solusi yang terbaik dan saling memaafkan. Di antara lingkungan sudah tidak ada permasalahan apa pun. Sudah selesai semua," ujar Sri Martini.

Pihak usaha juga menyampaikan komitmen untuk memperbaiki sistem pengelolaan limbah agar tidak kembali mengganggu lingkungan sekitar.

Sementara itu, Eka Kurniawan (56), pria berbaju hitam yang terlihat dalam video dan sempat terlibat adu argumen, turut memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan pemilik maupun karyawan warung Bakso Bintang 2, melainkan pengurus RT yang tinggal di seberang lokasi usaha.

Eka mengaku awalnya keluar rumah untuk mencoba menengahi persoalan antara warga dan pihak warung. Namun, ia mengaku terpancing emosi setelah terjadi adu argumen.

"Saya terpancing emosi karena ketika saya ngomong seperti itu, dia ngomong 'saya harus pakai bahasa apa? Bahasa hewan atau bahasa binatang?'. Otomatis saya terpancing emosi, karena saya orang tua kok," tandas Eka.