Lambeturah.co.id - Sebuah video yang memperlihatkan kritik seorang perempuan terhadap aksi pengawalan iring-iringan mobil mewah oleh anggota Polisi Militer (PM) mendadak viral di media sosial. Video tersebut menjadi sorotan setelah pemilik akun Threads @syifffap mengungkapkan dugaan ancaman melalui pesan WhatsApp yang mencatut identitas Direktorat Siber Mabes Polri.

Dalam video yang beredar, perempuan tersebut tampak merekam aksi anggota PM yang membunyikan sirene dengan suara keras saat mengawal iring-iringan kendaraan mewah. Kendaraan yang terlihat dalam rekaman itu di antaranya Lexus bernomor polisi B 1041 DQ dan Toyota Fortuner dengan pelat dinas militer 196-01.

Sambil mengabadikan kejadian tersebut menggunakan gawainya, pemilik akun terdengar meluapkan kekesalan atas suara sirene yang dinilai mengganggu pengguna jalan lainnya, terlebih ketika kondisi lalu lintas sedang macet.

"Berisik pak, berisik banget, macet," ucapnya dengan nada kesal.

Ia juga melontarkan pertanyaan kritis mengenai penggunaan uang rakyat untuk kepentingan pengawalan tersebut.

"Emang uang rakyat buat apaan sih, hah?" cetusnya kepada anggota PM yang mengawal rombongan kendaraan tersebut.

Rekaman itu kemudian menyebar luas di media sosial dan menarik perhatian warganet. Video tersebut dilaporkan telah ditonton lebih dari setengah juta kali.

Namun, viralnya video tersebut justru diikuti dengan munculnya persoalan baru. Pemilik akun tersebut mengaku menerima pesan WhatsApp misterius yang menggunakan logo Direktorat Siber Mabes Polri.

Pesan tersebut disebut-sebut menuding video yang diunggahnya mengandung unsur ujaran kebencian serta meminta agar konten tersebut segera dihapus.

Hal yang semakin mengundang perhatian adalah adanya pencantuman data pribadi, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), dalam pesan tersebut. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya intimidasi digital terhadap perempuan yang sebelumnya menyampaikan kritik melalui media sosial.

Alih-alih menunjukkan rasa takut, pemilik akun tersebut justru memberikan respons menantang terhadap pesan yang diterimanya.

"OH NGANCEM NIH? WKWKWK," tulisnya.

Peristiwa ini pun memancing beragam reaksi dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan asal-usul pesan WhatsApp tersebut, termasuk bagaimana data pribadi seseorang dapat dicantumkan dalam pesan yang mengatasnamakan institusi penegak hukum.

Selain itu, muncul pula pertanyaan mengenai perlindungan data pribadi masyarakat serta ruang kebebasan menyampaikan pendapat di media sosial.

Publik juga mendesak adanya penjelasan mengenai keaslian pesan tersebut dan pihak yang berada di balik pengiriman pesan WhatsApp tersebut.