Lambeturah.co.id – Media sosial dihebohkan dengan unggahan yang menarasikan dugaan perselingkuhan seorang oknum prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan seorang ahli gizi yang disebut berkaitan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Informasi tersebut menjadi perbincangan setelah beredar melalui akun Instagram srikandiindonesiaid.

Dalam unggahan yang beredar pada Jum'at (9/10/2026), disebutkan bahwa prajurit tersebut diduga menjalin hubungan dengan seorang ahli gizi SPPG yang dikaitkan dengan wilayah Bangkalan. Sementara itu, prajurit yang dimaksud dalam narasi unggahan disebut berada di Sidoarjo.

Unggahan tersebut turut menampilkan foto seorang pria berseragam TNI bersama dua orang perempuan. Wajah kedua perempuan dalam gambar telah disamarkan. Namun, identitas pihak-pihak yang ditampilkan serta kebenaran dugaan yang disampaikan belum dapat dipastikan secara independen.

Perhatian warganet tidak hanya tertuju pada dugaan perselingkuhan tersebut, tetapi juga pada pernyataan yang dalam unggahan diklaim berasal dari istri prajurit yang bersangkutan.

Dalam keterangan yang dicantumkan pada unggahan akun Instagram srikandiindonesiaid, tertulis pernyataan:

“Leting-letingnya pada nutupi kelakuannya padahal mereka tau suami saya sering jalan sama perempuan itu.”

Pernyataan tersebut menyiratkan adanya dugaan kekecewaan terhadap rekan-rekan sejawat yang disebut mengetahui kedekatan suaminya dengan perempuan lain. Meski demikian, pernyataan itu masih sebatas klaim yang beredar di media sosial dan belum disertai konfirmasi dari pihak-pihak terkait dalam materi yang tersedia.

Berdasarkan tangkapan layar yang diterima, unggahan tersebut memperoleh ribuan tanda suka dan ratusan komentar. Hal ini menunjukkan bahwa isu tersebut menarik perhatian pengguna media sosial.

Kasus yang menyangkut dugaan persoalan rumah tangga, terlebih apabila melibatkan anggota institusi negara, kerap memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Namun, informasi yang beredar di media sosial tetap perlu diverifikasi agar tidak menimbulkan kesimpulan prematur maupun merugikan pihak yang belum terbukti melakukan pelanggaran.

Hingga informasi dalam unggahan tersebut dapat diverifikasi lebih lanjut, belum tersedia keterangan resmi yang memastikan kebenaran dugaan perselingkuhan, identitas pihak-pihak yang disebutkan, maupun tanggapan dari institusi TNI terkait.

Konfirmasi dari pihak yang bersangkutan, istri yang disebut dalam unggahan, serta pejabat berwenang diperlukan untuk memperoleh gambaran yang berimbang.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak langsung menyimpulkan kebenaran suatu tuduhan hanya berdasarkan unggahan viral. Verifikasi dan klarifikasi tetap diperlukan agar pemberitaan tidak berkembang menjadi penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya.