Lambeturah.co.id - Aksi pelemparan batu oleh orang tak dikenal (OTK) diduga menyasar sejumlah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di ruas Tol Trans Jawa KM 305, Tol Pejagan-Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Insiden tersebut menjadi perhatian setelah video yang memperlihatkan kerusakan kaca bus beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman yang viral, sedikitnya empat armada bus disebut terpaksa berhenti di bahu jalan setelah mengalami kerusakan akibat dugaan pelemparan batu. Dua bus yang dilaporkan menjadi korban adalah armada PO Agramas dan Rosalia Indah.

Kaca sejumlah bus terlihat pecah dengan kerusakan yang cukup parah. Peristiwa ini memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengemudi, kru, dan penumpang yang melintas di jalur bebas hambatan tersebut.

Video Viral Perlihatkan Sejumlah Motor

Video pascainsiden tersebut beredar di media sosial, termasuk melalui unggahan ulang akun X @jateng_twit dan akun TikTok Russian K410.

Dalam cuplikan video, perekam menyoroti kondisi ruas tol di sekitar bagian bawah jembatan. Rekaman itu juga memperlihatkan pergerakan empat sepeda motor yang dinilai mencurigakan.

Kendati demikian, belum ada kepastian mengenai identitas pengendara motor tersebut maupun keterlibatan mereka dalam insiden pelemparan batu. Dugaan bahwa mereka merupakan pelaku masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Waktu pasti kejadian maupun perekaman video tersebut juga belum diketahui berdasarkan informasi yang beredar.

Pelemparan Batu di Tol Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Aksi pelemparan batu terhadap kendaraan yang sedang melaju di jalan tol berpotensi menimbulkan kecelakaan serius. Selain merusak kendaraan, hantaman batu dapat mengganggu konsentrasi pengemudi dan membahayakan penumpang.

Insiden yang diduga menyasar bus AKAP ini pun menimbulkan keresahan bagi para pengemudi dan kru transportasi umum, terutama yang melayani perjalanan antarkota melalui jalur Tol Trans Jawa.

Pengguna jalan berharap aparat kepolisian dan pengelola jalan tol segera menelusuri kejadian tersebut, memastikan kronologi, serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai waktu kejadian, jumlah korban secara pasti, maupun perkembangan penyelidikan dari pihak berwenang.