Lambeturah.co.id – Aksi pencurian mesin anjungan tunai mandiri (ATM) terjadi di Deoghar, India, pada Selasa (6/10/2026) dini hari. Sebanyak tujuh orang dilaporkan terlibat dalam aksi pencurian ATM milik salah satu bank pemerintah di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam unggahan akun sosial media, mesin ATM tersebut berisi uang tunai sebesar 4,82 lakh rupee atau sekitar Rp89 juta. Uang tersebut dilaporkan menjadi sasaran pencurian setelah mesin ATM dibobol dari dalam sebuah kios.
Peristiwa yang terjadi pada dini hari itu menjadi perhatian karena pelaku diduga melakukan aksinya secara berkelompok. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang ditampilkan dalam unggahan memperlihatkan sebuah mobil berwarna putih berhenti di lokasi. Sejumlah orang terlihat berada di sekitar kendaraan dan bagian belakang mobil yang terbuka.
Rekaman tersebut turut memperlihatkan seseorang mengenakan pakaian bergaris berada di dekat bagian belakang kendaraan. Namun, identitas orang-orang yang terekam serta peran masing-masing dalam peristiwa itu belum dapat dipastikan hanya berdasarkan gambar yang beredar.
Informasi awal menyebutkan, mesin ATM dibobol dari dalam kios. Meski demikian, belum terdapat keterangan terperinci dalam unggahan tersebut mengenai bagaimana para pelaku masuk ke lokasi, metode yang digunakan untuk membobol mesin, maupun proses mereka membawa uang tunai tersebut.
Polisi Diminta Mengungkap Pelaku
Kasus pencurian ATM ini menjadi perhatian karena menyasar fasilitas perbankan yang digunakan masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan. Pengungkapan kasus diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta mengetahui apakah terdapat jaringan atau pelaku lain di balik aksi tersebut.
Hingga informasi dalam unggahan tersebut dipublikasikan, belum ada keterangan lebih lanjut yang dapat dipastikan mengenai identitas para terduga pelaku, penangkapan, maupun perkembangan penyelidikan kepolisian.
Informasi mengenai jumlah uang yang hilang dan dugaan keterlibatan tujuh orang juga masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi kepolisian setempat atau pihak bank terkait.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan ATM, pengawasan di sekitar fasilitas perbankan, serta peran kamera CCTV dalam membantu proses penyelidikan tindak kejahatan.





