Lambeturah.co.id - Kasus dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta insiden keracunan massal yang terjadi di berbagai daerah menjadi perhatian media internasional. Sejumlah media asing menyoroti keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dari jabatannya.

Kantor berita internasional AFP yang berbasis di Paris, Prancis, memberitakan langkah tersebut melalui artikel berjudul "Indonesian president sacks head of free meal scheme". Dalam laporannya, AFP menyebut bahwa pencopotan Dadan terjadi setelah program unggulan pemerintah Indonesia itu diterpa berbagai persoalan, mulai dari kasus keracunan makanan hingga dugaan penyimpangan anggaran.

AFP menulis bahwa program makan gratis yang menjadi salah satu janji utama kampanye Prabowo pada Pemilu 2024 memiliki nilai miliaran dolar dan ditujukan untuk puluhan juta penerima manfaat. Namun, pelaksanaannya diwarnai berbagai kontroversi sejak diluncurkan.

Sorotan serupa datang dari media Singapura, The Straits Times. Dalam artikel berjudul "Indonesia's Prabowo sacks head of free meal scheme that sickened thousands", media tersebut mengutip pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang menyebut adanya evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan BGN.

Menurut Prasetyo, pemerintah memutuskan melakukan pergantian pimpinan BGN sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola dan kualitas program. Meski demikian, pemerintah memastikan seluruh layanan dan distribusi program MBG tetap berjalan selama proses evaluasi berlangsung.

The Straits Times juga mencatat bahwa sejumlah kalangan telah meminta program tersebut dihentikan sementara akibat masalah kebersihan makanan serta munculnya tuduhan korupsi dalam pengelolaannya.

Media Malaysia, The Star, turut mengangkat kabar pencopotan Dadan Hindayana melalui artikel berjudul "Indonesian president sacks head of free meal scheme". Sementara itu, New Straits Times (NST) menyoroti aspek tata kelola dan pengelolaan anggaran dalam laporannya yang berjudul "Prabowo removes head of free meals agency over governance concerns".

NST menyebut program MBG sebagai salah satu proyek kesejahteraan terbesar pemerintahan Prabowo dengan nilai anggaran mencapai ratusan triliun rupiah. Media tersebut juga menyoroti kekhawatiran investor terhadap dampak pembiayaan program-program sosial besar terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Dalam laporannya, NST menyebut pemerintah berencana mengalokasikan sekitar Rp268 triliun untuk program MBG pada tahun ini, lebih rendah dibandingkan rencana awal sebesar Rp335 triliun.

Dadan Hindayana, yang merupakan seorang akademisi dan ahli entomologi, telah memimpin BGN sejak lembaga tersebut dibentuk. Setelah pencopotannya, posisi Kepala BGN kini dijabat oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) telah melaporkan dugaan penyimpangan anggaran terkait pelaksanaan program MBG. Selain itu, Dadan juga pernah mengungkapkan kepada DPR bahwa program tersebut terkait dengan sedikitnya 11.000 kasus keracunan makanan, dengan ratusan korban harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Ramainya pemberitaan media internasional menunjukkan bahwa perkembangan program MBG tidak hanya menjadi perhatian publik di dalam negeri, tetapi juga mendapat sorotan luas dari komunitas global, terutama terkait transparansi pengelolaan anggaran, kualitas makanan, dan efektivitas pelaksanaan program.