Lambeturah.co.id - Aksi penipuan dengan modus pengantaran paket Cash on Delivery (COD) kembali menimpa pelaku usaha. Sebuah toko di kawasan Pekapuran, Depok, menjadi korban setelah admin toko terkecoh menyerahkan uang ratusan ribu rupiah untuk paket yang tak pernah dipesan.

Peristiwa tersebut bermula saat seorang pria tak dikenal mendatangi toko dan mengaku hendak mengantarkan paket COD. Untuk meyakinkan korban, pelaku bergeming dan mengklaim telah berkomunikasi langsung dengan pemilik (owner) toko terkait pengiriman barang tersebut.

Meski sejak awal gerak-gerik pelaku dinilai mencurigakan, admin toko akhirnya luluh lantaran pelaku terus mendesak dan meyakinkan bahwa pesanan tersebut sudah dikonfirmasi. Tanpa melakukan verifikasi ulang kepada pemilik toko, admin menyerahkan uang tunai sebesar Rp360 ribu.

Begitu menerima uang tersebut, pelaku langsung bergegas pergi meninggalkan lokasi.

Kecurigaan admin toko akhirnya terbukti saat pembungkus paket plastik dibuka. Bukan barang berharga, paket tersebut hanya berisi dua renceng lem China dengan total 24 buah. Padahal, harga pasaran untuk produk tersebut di marketplace diperkirakan hanya sekitar Rp14 ribu per renceng atau total Rp28 ribu.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku usaha dan karyawan toko agar lebih waspada terhadap modus kurir gadungan. Pengelola toko diimbau untuk selalu menerapkan prosedur verifikasi ketat sebelum menyerahkan pembayaran paket COD, terutama jika tidak ada konfirmasi resmi dari pemilik atau penanggung jawab toko.