Lambeturah.co.id - Penyiar senior TVRI, Teddy Resmi Sari, meninggal dunia pada Senin dini hari di kediamannya di Tangerang Selatan. Sosok yang dikenal sebagai salah satu pionir penyiaran Indonesia itu tutup usia pada umur 90 tahun.

Teddy Resmi Sari merupakan bagian dari generasi awal penyiar yang bergabung dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) sejak masa-masa awal berdirinya stasiun televisi tersebut. Namanya dikenal luas oleh masyarakat melalui sejumlah program legendaris, seperti "Cerdas Cermat" untuk anak-anak dan "Panorama Remaja" yang populer pada era 1970-an.

Putri ketiga sastrawan ternama Sanusi Pane itu memulai kariernya sebagai penyiar di Radio Republik Indonesia (RRI) sebelum melanjutkan kiprahnya di TVRI. Selama berkarier, Teddy tidak hanya dikenal sebagai pembaca berita, tetapi juga aktif sebagai produser serta penulis naskah berbagai program televisi.

Putranya, Audy Mirza Alwi, mengenang almarhumah sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaan sekaligus keluarga. Menurutnya, Teddy merupakan pribadi yang murah hati dan selalu berusaha membantu orang lain yang mengalami kesulitan.

"Mama adalah sosok ibu yang murah hati, membantu meringankan kesusahan orang lain. Di lain pihak dia juga ibu yang sibuk dengan pekerjaannya, bahkan sampai bisa menulis sebuah buku di tengah kesibukannya itu," ujar Audy.

Meski memiliki aktivitas yang padat di dunia penyiaran, Teddy tetap memberikan perhatian besar terhadap pendidikan anak-anaknya. Audy mengungkapkan bahwa seluruh anak-anaknya berhasil menyelesaikan pendidikan hingga berkeluarga berkat perhatian dan dukungan sang ibu.

Hingga usia senja, Teddy Resmi Sari tetap mengikuti perkembangan dunia komunikasi dan penyiaran di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, ia tinggal bersama putri bungsunya di kawasan Tangerang Selatan.

Almarhumah meninggalkan dua putri dan dua putra yang seluruhnya telah berkeluarga. Jenazah Teddy Resmi Sari dimakamkan di Tempat Pemakaman Islam RW 07 Kampung Tipar, Cimanggis, Depok.

Kepergian sosok yang akrab disapa "Kak Teddy" ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta insan penyiaran nasional. Namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu pelopor yang turut mewarnai perjalanan sejarah radio dan televisi Indonesia.