Begini Kondisi Rosmini Emak-emak Peminta Sedekah Paksa di Cianjur

Begini Kondisi Rosmini Emak-emak Peminta Sedekah Paksa di Cianjur
Begini Kondisi Rosmini Emak-emak Peminta Sedekah Paksa di Cianjur

Lambeturah.co.id - Rosmini, emak-emak yang sempat viral karena aksi marah-marah saat meminta sedekah di beberapa kota di Jawa Barat akhirnya dititipkan di panti rehabilitasi Rumah Pulih Jiwa (RPJ) Kabupaten Cianjur.

Ketua Yayasan Rumah Pulih Jiwa Rukman Samsudin, menyampaikan saat ini Rosmini dititipkan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

"Sekitar lima hari lalu dititip ke sini untuk pemulihan kondisi kejiwaannya," katanya dikutip pada Kamis (6/6/2024).

"Hari pertama mengamuk, bahkan saya dekati juga malah dimarahi seolah saya bagian dari orang-orang yang dianggapnya menzalimi dia," tambahnya.

Menurutnya, secara berangsur kondisi emosional Rosmini mulai terkendali bahkan mulai membaur dengan pasien lain dan petugas.

"Sekarang sudah lebih tenang, namun seringkali melantur jika diajak mengobrol. Terutama ibu Rosmini ini menganggap dirinya dizalimi dengan cara diguna-guna oleh musuhnya," ungkapnya.

Petugas bakal berkoordinasi dengan dokter jiwa terkait kondisi Rosmini. "Ada rekam medisnya di rumah sakit kejiwaan di Bogor. Makanya kami akan konsultan, sambil kami tangani dengan metode hipnotis ataupun metode pemilihan jiwa lain yang kami jalankan di sini," ujarnya.

Sementara itu, Rosmini, mengaku sudah 14 tahun hidup terlantar di jalan. Tak hanya di Jawa Barat, dia juga sempat bepergian ke Jawa Tengah hingga Sumatera.

"Sudah 14 tahun, paling jauh ke Sumatera. Kalau pindah antar kota saya naik kendaraan umum, untuk keliling kota saya jalan kaki. Untuk tidur saya di masjid, sekalian ikut mandi pagi harinya," tuturnya.

"Keluarga saya ada di Palembang. Tapi tidak bisa bertemu, seolah ada yang menghalangi. Kalau mau ketemu juga seperti tidak terlihat. Karena ada yang tidak suka dan zalim ke saya," sambungnya lagi.

Rosmini menegaskan jika dirinya marah-marah bukan tanpa sebab, lantaran orang-orang yang tidak mau memberikan sumbangan dengan cara yang dinilainya kasar dan memicu amarah.

"Ah itu karena mereka yang meviralkan seolah saya marah-marah. Padahal kalau tidak mau kasih mah tidak apa. Tapi kadang saya baru datang langsung disuruh pergi sambil nada tinggi. Jadinya terpancing emosi," ucapnya.

"Padahal uang itu digunakan saya untuk menebus masalah yang saya hadapi. Istilahnya saya akan terlepas jika saya membayar kezaliman ini," Pungkasnya.