Mobil di Koja Dilakban Warga Gara-gara Parkir Sembarangan depan Kios, Pemilik Ngaku Ketiduran

Lambeturah.co.id - Sebuah mobil Nissan March berwarna putih dipasangi lakban oleh warga di Jalan Cipeucang V, Koja, Jakarta Utara, pada Selasa (14/5/2024).
Warga merasa geram pemilik mobil itu memarkirkan kendaraan sembarangan di depan tempat usaha ayam geprek yang hendak berjualan.
Kekesalan warga semakin memuncak karena pemilik mobil tidak kunjung memindahkan kendaraannya itu sejak subuh hingga petang.
Dari foto yang beredar, mobil itu diparkirkan pemiliknya persis di depan pintu masuk kios ayam geprek tersebut.
Tampak keberadaan mobil menutup semua ruang di depan tempat usaha, sehingga tidak ada akses masuk ke dalam kios.
Akhirnya mobil itu dipasangi lakban berwarna cokelat oleh warga yang kesal melihat keberadaannya yang menutupi tempat usaha. Warga menempelkan lakban di bagian atap, kaca depan, hingga kap depan mobil.
Warga juga memasangi stiker berisi hujatan kepada pemilik mobil saking kesalnya. Sementara, salah seorang warga di lokasi, Muhammad Nur mengatakan, mobil itu diparkir pemiliknya sejak Selasa dinihari sekitar pukul 5.00 WIB.
Menurutnya, warga sudah memberitahu pemilik mobil untuk tidak parkir di lokasi, namun tidak diindahkan.
"Udah dilarang jangan di sini pas subuh juga, kecolongan nih markir di sini. Nggak tau dah dia tinggal di mana, dia namu di sini," katanya.
"Yang punya mobil ngakunya ketiduran, kayaknya pulang mabuk itu, ngeliat rekaman CCTV dari jam 5 dia masuk," tambahnya.
Sementara itu, pemilik mobil bernama Agam Nur Bakti Tribrata mengaku jika dirinya datang ke lokasi untuk bertamu ke rumah saudaranya pada Selasa dinihari tadi.
"Karena ketiduran gua bang bertamu ke rumah sodara, sekarang gua udah dapet pelajarannya. Makanya jadi gua minta maaf lah bang sama yang punyanya," katanya.
"Dari jam 6 gua ketiduran bang. Udah bang, gua nyari ke masjid atau musala, masih ditutup bang, kalo dibuka mungkin gua parkirnya di masjid," sambungnya.
Ia pun mengakui kesalahan dan sudah berdamai dengan pemilik tempat usaha serta warga.
"Gua tau bang (ada tempat usaha) makanya gua mengakui kesalahan gua," tutupnya.