Viral! Influencer Otomotif Ridwan Hanif Bandingkan BBM Malaysia dan Indonesia, Netizen Heboh!

Viral! Influencer Otomotif Ridwan Hanif Bandingkan BBM Malaysia dan Indonesia, Netizen Heboh!
Viral! Influencer Otomotif Ridwan Hanif Bandingkan BBM Malaysia dan Indonesia, Netizen Heboh!

Lambeturah.co.id - Harga bahan bakar minyak (BBM) selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama ketika dibandingkan dengan negara tetangga. Baru-baru ini, influencer otomotif terkenal, Ridwan Hanif, mengunggah perbandingan harga BBM antara Malaysia dan Indonesia yang langsung mengundang perhatian netizen.

Dalam unggahannya di Instagram, Ridwan Hanif mengungkapkan bahwa sulit menemukan BBM beroktan 92 di Malaysia karena di sana standar minimal yang tersedia adalah RON 95.

Ia pun membandingkan harga BBM di Malaysia dan Indonesia, dengan menyebutkan bahwa harga RON 95 di Malaysia hanya sekitar 2,05 Ringgit atau setara Rp7.400 per liter.

Ridwan juga berandai-andai, jika ada RON 92 di Malaysia, kemungkinan harganya bisa sekitar Rp6.400 per liter, jauh lebih murah dibandingkan harga Pertalite (RON 90) di Indonesia yang mencapai Rp10.000 per liter.

Tak hanya membandingkan harga BBM di Malaysia, Ridwan Hanif juga membagikan pengalamannya saat membeli bensin di Brunei Darussalam.

Ia mengungkapkan bahwa bensin premium di Brunei masih tersedia dengan harga sangat murah, hanya Rp6.400 per liter, dan memiliki angka oktan 95.

Meski demikian, ia juga mengakui bahwa tidak memiliki alat untuk mengukur angka oktan secara langsung sehingga hanya bisa mempercayai klaim dari pom bensin setempat.

Selain itu, BBM berkualitas lebih tinggi seperti V-Power dengan RON 97 juga masih tergolong terjangkau di sana, yakni sekitar Rp10.700 per liter. Harga murah ini terjadi karena Brunei memberlakukan subsidi BBM yang besar bagi masyarakatnya.

Perbandingan ini tentu saja memicu reaksi dari warganet. Banyak yang mengomentari unggahan tersebut, membandingkan kebijakan subsidi BBM antara beberapa negara.

Seperti diketahui, Malaysia dan Brunei memiliki sistem subsidi yang lebih besar, sehingga harga bahan bakar mereka jauh lebih murah dibandingkan dengan Indonesia.

Selain itu, akun Instagram @lamputerangofficial juga turut membagikan informasi mengenai perbedaan harga BBM antara beberapa negara, semakin memperpanas perbincangan di dunia maya.

Netizen pun ramai-ramai memberikan pendapatnya. Ada yang menganggap harga BBM di Indonesia terlalu mahal, sementara yang lain berpendapat bahwa sistem subsidi di Malaysia dan Brunei tidak bisa serta-merta diterapkan di Indonesia mengingat perbedaan kebijakan ekonomi dan fiskal ketiga negara.

Perbandingan harga BBM ini kembali mengingatkan masyarakat akan tantangan dalam kebijakan energi di Indonesia. Pemerintah pun didorong untuk terus mencari solusi agar harga BBM tetap terjangkau tanpa membebani keuangan negara.

Bagaimana menurut Anda? Apakah harga BBM di Indonesia perlu dikaji ulang agar lebih kompetitif seperti di negara tetangga?