Getok Parkir Masih Marak di Tempat Wisata Bandung Saat Libur Lebaran

Getok Parkir Masih Marak di Tempat Wisata Bandung Saat Libur Lebaran
Getok Parkir Masih Marak di Tempat Wisata Bandung Saat Libur Lebaran

Lambeturah.co.id – Praktik getok parkir masih kerap terjadi di kawasan wisata Kota Bandung, terutama saat musim liburan Lebaran.

Salah satu lokasi yang terkena dampak adalah sekitar Bandung Zoo, Jalan Tamansari, Kota Bandung.

Seorang pengunjung mengeluhkan tarif parkir kendaraan bermotor yang dipatok Rp10.000, meskipun motornya baru saja diparkir.

Lebih dari itu, pembayaran parkir diminta di awal, padahal sesuai ketentuan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, tarif parkir resmi hanya boleh dibayarkan saat kendaraan akan keluar dari area parkir.

“Saya kaget, saya kira tarif normal berkisar Rp2.000 hingga Rp4.000. Tiba-tiba saya diberikan tiket parkir berwarna hijau dan diminta membayar Rp10.000 di awal,” ujar seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya.

Ia mengaku kecewa karena meskipun Satgas Anti Premanisme telah dibentuk oleh Pemkot Bandung untuk memberantas praktik seperti ini, kenyataannya pungutan liar tetap marak.

“Saya kecewa karena parkir liar dengan tarif tidak masuk akal masih berkeliaran, padahal sudah ada Satgas Anti Premanisme,” tambahnya.

Karena merasa dirugikan, ia pun memutuskan untuk memindahkan kendaraannya ke area parkir resmi di dalam Kebun Binatang Bandung agar bisa menikmati liburannya dengan tenang.

Menanggapi masalah ini, General Manager Kebun Binatang Bandung, Peter Arbeny, menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) untuk mengurai kepadatan parkir.

Selain itu, dua gerbang masuk, yaitu Gate Ganesha dan Gate Garuda, telah dibuka untuk mengatur arus pengunjung agar lebih lancar.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi kepadatan parkir, praktik getok parkir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab masih menjadi masalah di beberapa titik wisata Kota Bandung.

Diharapkan pihak berwenang dapat lebih tegas dalam menindak praktik ini demi kenyamanan wisatawan.