Pesta Kembang Api di Beach Club Berawa Ganggu Upacara Umat Hindu

Lambeturah.co.id - Keramaian pesta kembang api di salah satu beach club di Pantai Berawa, Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, diduga berlangsung bersamaan dengan upacara yadnya mendak dewata yang dilakukan oleh warga setempat.
Peristiwa ini mendapat reaksi keras dari umat Hindu yang ramai mengungkapkan kekecewaannya melalui komentar negatif di media sosial Instagram.
Pada malam upacara mendak dewata, beach club tersebut diduga tetap menggelar pesta kembang api tanpa mempertimbangkan kegiatan sakral yang sedang berlangsung, dipimpin oleh Ida Rsi. Hal ini dianggap mengganggu kesucian dan prosesi upacara.
Anggota DPD RI terpilih dari Provinsi Bali, Ni Luh Djelantik, secara tegas mengkritik kejadian ini. Ia menyayangkan pihak beach club yang tidak menunda pesta kembang api saat upacara adat mendak dewata berlangsung.
"Di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung. Sangat disayangkan ada oknum beach club di wilayah Pantai Berawa menolak menunda kegiatan kembang api disaat Ida Rsi sedang melaksanakan proses upacara adat," ungkap Luh Djelantik melalui akun Instagram resminya, @niluhdjelantik, pada Selasa (15/10/2024).
Sebagai Legislatif Dapil Bali periode 2024-2029, Luh Djelantik menekankan pentingnya toleransi dan saling menghormati. Ia menegaskan bahwa pihak-pihak terkait harus segera diberi pelajaran penting terkait etika dan adab dalam menyelenggarakan acara, terutama saat ada upacara adat.
"Pagi ini (Selasa-red) Mbok Ni Luh berkomunikasi dengan kelian adat Desa Tegal Gundul terkait kejadian ini. Mbok Ni Luh meminta agar pihak beach club @finnsbeachclub dapat segera mengklarifikasi, meminta maaf kepada masyarakat Bali. Segera setelah mbok pulang ke Bali, mbok akan menemui pihak manajemen beach club," tegasnya.
Luh Djelantik juga mengingatkan para pengelola beach club, baik lokal maupun asing, untuk lebih peka terhadap situasi di sekitarnya, terutama ketika ada upacara adat agama Hindu.
Bali sebagai pulau budaya memiliki hubungan erat dengan upacara adat dan pariwisata, sehingga semua pihak harus saling menjaga keharmonisan.
"Untuk ke depannya, jadwal kembang api, musik keras atau apapun itu yang menganggu proses upacara harus dihentikan saat upacara adat berlangsung. Ingat rejeki kalian tidak akan berkurang jika kalian menghormati adat istiadat tempat kalian mencari nafkah," tandasnya.