Usai Viral, Protes Orang Tua Siswa Soal Pungli di SDN 1 Jatimulyo Kebumen Berhasil Dihapus

Lambeturah.co.id - Usai protes dari orangtua siswa yang keberatan dengan adanya pungutan liar (Pungli) di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kebumen, Jawa Tengah, pihak sekolah dan pemerintah setempat memutuskan untuk menghapuskan semua bentuk pungli tersebut.
Keputusan ini disambut dengan suka cita oleh para orangtua yang merasa terbebani adanya pungli
Sebelumnya, protes ini dilaporkan kepada sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) oleh masyarakat setempat. Mereka mengucapkan terima kasih kepada LSM yang suda menjembatani keluhan mereka, meski tidak bermaksud melaporkan pungli sukarela yang dibebankan kepada wali murid itu.
"Tujuan utamanya adalah agar LSM tersebut dapat membantu menyampaikan keberatan mereka atas pungutan yang dianggap memberatkan," kata S, salah satu wali murid, pada Selasa (23/7/2024).
Usai peristiwa ini, pihak sekolah dan pemerintah desa bertemu dan sepakat untuk menghapuskan pungutan tersebut.
Dalam video yang dibuat oleh para orangtua wali murid, Kepala Desa Jatimulyo, dan Kepala Desa Menganti yang juga anggota Pemuda Pancasila, mereka mengatakan jika keputusan ini diambil untuk menanggapi video viral.
“Kami, selaku orang tua yang tadinya keberatan dan sekarang sudah dibebaskan dari pungutan, berterima kasih kepada pihak pemerintah desa dan Pemuda Pancasila yang telah melindungi keluarga kami dan membantu menyelesaikan masalah ini,” ucap S.
Diketahui sebelumnya, viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi arogan oknum anggota salah satu organisasi masyarakat (ormas) viral di media sosial.
Video menunjukkan seorang pria diduga mendapatkan ancaman pengusiran dari sekelompok orang yang diduga ormas usai melaporkan praktik pungutan liar (pungli) di sebuah sekolah dasar negeri (SDN) di Jawa Tengah.
Kasus ini terungkap usai video amatir yang terjadi di Desa Menganti, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Minggu, 30 Juni 2024.