Wamenaker Beberkan Masalah yang Dihadapi Pabrik di Indonesia: Banyak Proposal Sejumlah Ormas

Lambeturah.co.id - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel) mengatakan adanya kesulitan yang dialami oleh sejumlah pengusaha untuk mendirikan pabrik.
Ia mengatakan jika banyak pabrik terkendala 'perizinan' ilegal dari organisasi kemasyarakatan (ormas). Di setiap momen jelang hari raya, banyak pabrik mendapatkan proposal dari ormas karena isinya adalah permintaan uang.
"Memang kita pahami bahwa problem industrial hari ini adalah persoalan izin, persoalan preman-preman, punten pisan, ormas-ormas yang dadakan. Bayangkan, di Indonesia ini, ulang tahunnya banyak. Hari raya, kirim proposal, 17-an (perayaan kemerdekaan) kirim proposal, tahun baruan kirim proposal, ulang tahun ormas kirim proposal. Ulang tahun ketua umumnya, kirim proposal juga. Sampai begitunya," kata Noel di pabrik sepatu PT Noble Indonesia, pada Senin (3/3/2025).
"Ya, akhirnya tadi ditegaskan oleh Pak Gubernur, hal itu semoga tidak ada lagi. Karena pajak perusahaan itu sudah dibayarkan ke negara," tambahnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menyampaikan hal yang sama. "Orang menganggap pabrik sumber duit. proposal ke pabrik, maulidan ke pabrik, rajaban ke pabrik, agustusan ke pabrik, lomba karang taruna ke pabrik, semua proposal ke pabrik. Nggak bisa, Pak. Kenapa? Komponen itu belum tentu ada di belanja industri," ujarnya.
"Untuk itu, industri sudah bayar pajak. Karena industri sudah bayar pajak, seluruh kebutuhan warga itu tidak boleh dipenuhi oleh pabrik. Harus dipenuhi oleh pemerintah," pungkasnya.