Edward Akbar dan Kimberly Ryder Saling Lapor terkait KDRT

Lambeturah.co.id - Rumah tangga antara Kimberly Ryder dan Edward Akbar kini tengah berada di ujung kehancuran, seiring dengan proses perceraian yang sedang berlangsung di Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
Perceraian ini dimulai setelah Kimberly Ryder melayangkan gugatan cerai terhadap Edward Akbar pada 12 Juli 2024.
Dalam gugatan tersebut, Kimberly Ryder hanya menginginkan perpisahan dan hak asuh penuh atas kedua anaknya, tanpa menuntut harta bersama. Kimberly hanya meminta nafkah minimal sebesar Rp5 ribu.
Seiring berjalannya proses hukum, sejumlah masalah pribadi mereka mulai mencuat ke publik, termasuk dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan nominal nafkah bulanan sebesar Rp2 juta.
1. Dugaan KDRT
Sidang perceraian antara Kimberly Ryder dan Edward Akbar telah berlangsung di Pengadilan Agama Jakarta Pusat pada Rabu, 25 September 2024.
"Memang dulunya sempat ada KDRT yang disampaikan Kimberly," kata Machi.
2. Edward Akbar Curhat soal Anak
Beberapa waktu terakhir, Edward sering berbagi perasaan melalui media sosial, khususnya terkait kedua anaknya, Rayden dan Aisyah. Edward mengungkapkan rasa rindunya dan kesulitannya untuk bertemu dengan mereka.
"Sabar ya Rayden dan Aisyah, kalian pasti dilindungi Allah. Nanti pasti diizinkan oleh Allah ketemu papa secepatnya dalam keadaan yang baik dan aman dan tenang. Amin ya Rabb. Rayden dan Aisyah jangan lupa bersyukur ya. Apa pesan papa? Alhamdulillah terima kasih Allah untuk hari ini," tulis Edward.
3. Kimberly Ryder Bantah Larang Pertemuan dengan Anak
Setelah pernyataan Edward, Kimberly yang sebelumnya lebih tenang mulai bereaksi. Ia membantah tuduhan bahwa dirinya melarang Edward bertemu dengan anak-anak.
"Kalau mau bertemu ya bertemu aja tinggal kontek aku kan, enggak ada kontek," kata Kimberly Ryder di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2024).
"Aku enggak mempersulit sampai sekarang aku udah kesal banget," lanjutnya.
Kimberly juga mengaku sudah mencoba menghubungi Edward Akbar tapi tak ada respon.
"Saya tidak tahu nomer dia (Edward), dia udah ganti nomor. Dia yang mempersulit dirinya sendiri untuk bertemu anak-anak," ujar Kimberly.
"Aku dari dulu udah open kok sama dia, mau datang ayo datang enggak apa-apa anak anak juga mau ketemu kok," tambahnya.
4. Nafkah Rp2 Juta per Bulan
Pada sidang perceraian yang berlangsung pada 2 Oktober 2024, Edward kembali tidak hadir. Ibunda Kimberly, Irvina Zainal, kemudian mengungkapkan besaran nafkah yang diberikan oleh Edward selama ini, yakni sebesar Rp2 juta per bulan, yang menurutnya tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga.
"Lo pikir deh Rp 2 juta sebulan? cukup nggak kehidupan kalian?" kata Irvina Zainal.
Lebih lanjut, Irvina Zainal membeberkan sederet kebutuhan rumah tangga Kimberly Ryder.
"Ini dua juta, anak dua, pembantu, listrik, air, transport, service mobil. Itu anak gue lho, halo."
"Kemana ot*** lo?," tembaknya.
"Mestinya lo bersyukur, anak gue itu mencintai kamu," urainya.
"Dari awal pernikahan alhamdulillah anak saya membantu keuangan," tegas Irvina, sembari menyebut bahwa Kimberly juga turut berkontribusi dalam keuangan keluarga selama pernikahan mereka.
5. Edward Laporkan Kimberly ke KPAI
Di tengah proses perceraian, Edward Akbar melaporkan Kimberly Ryder ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Kamis, 3 Oktober 2024.
Edward mengklaim adanya dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi sejak tahun 2023. Tim kuasa hukumnya, Jundri R Berutu, menyatakan bahwa laporan ini didukung oleh bukti rekaman CCTV yang menunjukkan kekerasan tersebut.
"Kehadiran kami hari ini ingin melakukan pengaduan atau laporan sehubungan dengan adanya dugaan kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh inisial KAR (Kimberly)," ujar Jundri, dikutip dari YouTube Mantran Room.
"Jadi kami hadir untuk menyampaikan pengaduan, tadi pengaduan kami sudah diterima oleh KPAI nanti akan ditindaklanjuti," sambungnya.
Kekerasan yang dilaporkan oleh Edward diklaim pertama kali terjadi pada Oktober 2023, dan kembali terjadi pada Februari 2024.