Viral! Pembaca Berita Ini Sebut Kasus Korupsi PLN Jadi 'Kasus PLN Kesetrum'

Lambeturah.co.id - Jagat media sosial tengah ramai memperbincangkan kasus korupsi yang melibatkan PLN. Sebuah video yang diunggah oleh MetroTV pada Selasa, 11 Maret 2025, mengungkap dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 Kalimantan Barat yang seharusnya menghasilkan daya 2 x 50 Megawatt.
Namun, alih-alih menyala, proyek tersebut justru dinyatakan "menyala bangku" alias tidak berfungsi sesuai rencana. Parahnya, kerugian negara akibat kasus ini ditaksir mencapai Rp1,2 Triliun.
Di berbagai platform media sosial, termasuk TikTok dan YouTube, pembaca berita menyebut kasus ini sebagai "Kasus PLN Kesetrum".
Banyak yang menyindir bahwa seharusnya proyek sebesar itu bisa "membeli token listrik hingga menerangi seluruh Indonesia." Namun, yang terjadi justru sebaliknya, "duitnya hilang, listriknya ngejepret."
Menurut laporan, pemenang lelang proyek ini adalah konsorsium KSO BRN. Ironisnya, mereka disebut tidak lolos syarat administrasi, namun tetap memenangkan tender.
Pembaca berita pun menyindir bahwa di negeri ini, "syarat utama dapat proyek bukanlah kelayakan, tapi keakraban."
Dalam video tersebut, dibumbui dengan komentar yang bernada humor satir seperti, "Jepang bikin robot, Jerman bikin mobil, kamu bikin kangen."
Namun, dibalik humor itu, jelas tergambar kekecewaan dan kemarahan masyarakat terhadap kasus korupsi yang terus terjadi.
Aparat penegak hukum pun sudah mulai memanggil sejumlah pejabat PLN untuk diperiksa. Namun, publik sudah menduga pola yang biasa terjadi, yaitu beberapa tersangka yang mendadak mengaku lupa, sakit, atau terkejut sambil berkata, "Saya tidak tahu, Yang Mulia."
Sindiran semakin tajam ketika pembaca berita mengingatkan agar tidak ada lagi "Grup WhatsApp Orang-Orang Senang" yang hanya menguntungkan segelintir pihak sementara rakyat menjadi korban.
Kasus ini juga mengundang perbandingan dengan kasus korupsi sebelumnya, seperti skandal BBM Oplosan yang dianggap sebagai "Liga Korupsi." Kini, PLN dianggap berusaha merangkak ke puncak klasemen dalam liga hitam tersebut.
Sebagai penutup, pembaca berita berpesan, "Nikmatilah listrikmu sebelum listrik menghilang, bukan karena krisis energi tapi karena krisis moral."
Pembaca berita berharap agar kasus ini dapat segera diselesaikan dengan adil dan transparan. Tak hanya itu, masyarakat pun berharap agar tagihan listrik tidak mengalami kenaikan yang tidak wajar akibat ulah segelintir oknum yang hanya mementingkan kepentingan pribadi.