Tragis! Begini Nasib Lumba-Lumba yang Ditunggangi Lucinta Luna

Tragis! Begini Nasib Lumba-Lumba yang Ditunggangi Lucinta Luna
LambeTurah.co.id - Lumba-lumba yang sempat viral karena ditunggangi Luncinta Luna akhirnya mati. Sebelumnya, mamalia laut itu sempat dikabarkan hilang.

Aksi Luncinta Luna berseluncur di atas lumba-lumba yang sedang berenang di Dolphin Lodge, Bali sempat menjadi sorotan April lalu. Tindakan Luncinta Luna dapat dikategorikan sebagai tindakan animal abuse.

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali sempat menyelidiki aksi yang videonya viral tersebut. Kecaman pun berdatangan, salah satu kecaman tersebut disampaikan eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Usai Kasus Pelanggaran Karantina, Rachel Vennya Bakal Berurusan Hukum Lagi



"Banyak orang mengira uang & ketenaran dapat membeli dan mengizinkan untuk melakukan apa saja... termasuk kedunguan dan menjadi bodoh," tulis Susi Pudjiastuti, Kamis (15/4).

Dolphin Lodge, Bali adalah lokasi yang menyediakan atraksi menunggangi lumba-lumba. Dolphin Lodge yang bernaung di bawah PT Piayu Samudra Bali sebenarnya mempunyai izin konservasi, hanya izin itu berada di kawasan Kabupaten Jembrana.

"Dia punya izin lembaga konservasi tapi lokasinya tidak di sini (Denpasar), tapi di Jembrana. Di sini nggak ada dokumen sama sekali," kata Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah I BKSDA Bali, Sumarsono, Selasa (27/4).

Sumarsono mengatakan seharusnya pihak Dolphin Lodge mempunyai izin di luar lembaga konservasi induknya. Sebab, lokasi atraksi sudah berada di luar lokasi konservasi induknya di Jembrana.

Direktorat Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bareskrim Polri, serta Polda Bali mengevakuasi lumba-lumba di lokasi tersebut. Total ada sebanyak tujuh lumba-lumba yang berhasil diamankan.

Aktivis satwa dari Koalisi Anak Negeri untuk Lumba-Lumba belum lama mengunjungi Bali Exotic Marine Park, di mana para Lumba-Lumba tersebut dititipkan oleh pihak BKSDA Bali. Para aktivis mengungkapkan, jika kondisi satwa tersebut ditempatkan di kolam over kapasitas dan dua ekor dari 7 lumba-lumba hilang.

"Sebelumnya udah ada lima lumba-lumba (yang ditampung di sana). Ditambah tujuh ekor lagi, kolamnya gak akan layak nampung semuanya, dong? Lebih parah lagi, dua ekor lumba-lumba di Bali Exotic Marine Park sekarang hilang," kata salah satu anggota Koalisi Anak Negeri untuk Lumba-Lumba Pinneng Sulungbudi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (29/11).

"Ketika sudah di sana, kami sedih melihatnya. Dari tiga kolam yang ada, lima lumba-lumba dari Bali Dolpin Lodge diletakkan dalam satu kolam yang sama dengan ukuran kecil,dangkal dan terus terpapar matahari. Kami menemui kejanggalan seharusnya ada 7 lumba-lumba di sana," sambung Pinneng.

Karena melihat kondisi tersebut, Koalisi Anak Negeri untuk Lumba-Lumba memulai petisi untuk membebaskan lumba-lumba sejak Mei 2021. Petisi itu kini sudah memiliki 75.000 tanda tangan.

Dua ekor lumba-lumba yang pernah dipakai seluncuran oleh Lucinta Luna dikabarkan hilang. BKSDA Bali mengungkap bahwa dua lumba-lumba tersebut telah mati.

"Jadi jangan dianggap kalau lumba-lumba berkurang, dianggap hilang karena kita jual atau kita (jadikan) sate," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bali Sumarsono kepada wartawan, Senin (29/11).

"Lagian gimana caranya kita jual lumba-lumba segede itu di pasar tanpa menimbulkan kegemparan di pasar," terangnya

Sumarsono tak mengungkapkan penyebab kematian dua ekor lumba-lumba tersebut sebab tidak membaca hasil nekropsinya. Dia mengaku BKSDA dibantu pihak lain seperti perwakilan Universitas Udayana (Unud) untuk merawat dua mamalia tersebut.

"Saya gak baca hasil nekropsi/otopsinya. Tapi yang jelas mati bukan karena dibunuh. Wong sudah kami rawat intens, kami sayang-sayang, kami pantau," kata dia.

Sumarsono menjelaskan, lumba-lumba yang disita dari Dolphin Lodge Bali milik PT Piayu Samudra Bali sebagian sudah dalam keadaan tidak sehat. Akibat dieksploitasi, lumba-lumba umumnya sakit hepatitis akut yang tidak ketahuan.

"KSDA Bali jadi serba salah, yang sakit-sakit itu kalau tidak kita sita salah. Kalau kita biarkan salah. Kalau kita pelihara lalu mati di tangan kita salah. Kalau kita lepas, tambah salah lagi," ucapnya.