Viral Anak SD di Kalsel Bertahan Sendirian di Upacara Kemerdekaan, Banjir Apresiasi

Viral Anak SD di Kalsel Bertahan Sendirian di Upacara Kemerdekaan, Banjir Apresiasi
Viral Anak SD di Kalsel Bertahan Sendirian di Upacara Kemerdekaan, Banjir Apresiasi

Lambeturah.co.id - Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 telah selesai diselenggarakan di berbagai wilayah di Tanah Air, termasuk di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Salah satu momen unik dari rangkaian upacara ini menjadi sorotan publik, di mana seorang siswa Sekolah Dasar (SD) tampil bertahan sendirian di bawah terik matahari saat mengikuti upacara, meski teman-temannya telah memilih untuk berteduh.

Aksi dari siswa SD Negeri Palajau tersebut berhasil menarik perhatian para peserta upacara lainnya, dan bahkan viral di media sosial. Selain mendapatkan pujian dari warganet, bocah ini juga menerima apresiasi dari berbagai pihak yang hadir dalam upacara tersebut.

Bertahan Sendirian di Tengah Terik Matahari

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @devymaulidya_, terlihat seorang anak SD yang bertahan tegap sendirian di lapangan saat mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Di saat teman-temannya memilih berteduh karena cuaca yang sangat panas, bocah tersebut tetap berdiri di barisan hingga upacara selesai. Aksinya yang penuh disiplin dan dedikasi ini menuai pujian dari banyak pihak.

"Ga bisa Yura. Aku gabisa liat adek ini bertahan sendirian di upacara 17an di saat temannya yang lain memilih berteduh," tulis pengunggah video.

Sosok Bocah SD yang Viral

Bocah SD yang viral tersebut diketahui bernama Muhammad Arfit Hidayaturahman, seorang siswa kelas 4 di SD Negeri Palajau. Keberaniannya untuk tetap berdiri di tengah upacara menarik perhatian seorang polisi yang kemudian menggandengnya setelah acara selesai.

Dapat Apresiasi dari Peserta Upacara

Setelah digandeng oleh polisi ke pinggir lapangan, Arfit langsung menerima apresiasi dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turut hadir dalam upacara tersebut. Salah seorang peserta upacara bahkan memberikan uang sebesar Rp50.000 sebagai bentuk penghargaan atas keteguhan Arfit. Beberapa peserta lainnya juga turut memberikan uang saku kepada bocah tersebut.

Hadiah Sepeda Baru dari Sekolah

Tidak hanya itu, sebagai bentuk penghargaan atas sikapnya, Arfit juga menerima hadiah sepeda baru dari pihak sekolah. Teman-teman dan guru-gurunya di sekolah pun turut mengapresiasi keberanian dan keteguhan Arfit dalam menjalankan tugasnya sebagai peserta upacara. Warganet pun tak ketinggalan memberikan pujian serta doa agar Arfit kelak menjadi pribadi yang sukses.

"Mental mu boleh juga dek tidak di ragukan lagi, ,walaupun kawan2 mu berteduh panasnya terik matahari tapi kamu tetap berdiri buat upacara 17 Agustus, semoga kelak menjadi orang yg sukses," tulis seorang warganet salut.

"Tu banyak kawan lainya.. cuma sendiri dia yg ikut upacara... sekolalh evalusi hal ini..." tulis warganet lain.

Menurut keterangan guru Arfit, pada saat itu hanya siswa kelas 4, 5, dan 6 yang diwajibkan mengikuti upacara, namun karena cuaca sangat terik, sebagian besar siswa dipersilakan untuk berteduh oleh tim medis. Namun, Arfit tetap teguh untuk menyelesaikan upacara hingga akhir.

"Saat upacara yg ikut anak2 kelas tinggi yaitu kelas 4,5,dan 6 krna cuaca terik anak2 lain d suruh tim medis utk bernaung krna terlihat sdh cape tp dia tetap kekeh utk mengikuti upacara hingga akhir," ujar gurunya menjelaskan kondisi saat itu.

"Semoga semakin memotivasi kamu untuk jadi penerus bangsa yang kuat dan berani ya dek," ujar yang lain mendoakan.