Viral Video Pegawai Ditjen Pajak Terlibat KDRT, DJP Berikan Tanggapan

Lambeturah.co.id - Viral video yang menampilkan aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi perbincangan hangat di platform media sosial Instagram.
Dalam unggahan tersebut, dinarasikan bahwa pelaku adalah seorang pegawai instansi pemerintah. Pengunggah bahkan menandai akun resmi @kemenkeuri di dalam unggahannya.
Menanggapi hal ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan segera memberikan pernyataan resmi, setelah sejumlah netizen menduga bahwa pelaku KDRT adalah pegawai DJP yang terlibat.
Melalui pernyataan resminya, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti, menyatakan bahwa permasalahan KDRT tersebut telah dilaporkan dan sedang ditangani oleh pihak berwenang.
"Atas perselisihan yang terjadi murni merupakan permasalahan rumah tangga yang saat ini sudah dilaporkan dan ditangani oleh aparatur penegak hukum," ujar Dwi, dikutip Senin (19/8/2024).
Dwi menambahkan, DJP telah melakukan tindakan pembinaan terhadap pegawai yang bersangkutan sesuai dengan peraturan kepegawaian yang berlaku.
"DJP menghormati proses hukum yang berlaku serta berkomitmen mendukung proses hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
Dwi juga menegaskan bahwa DJP tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran, baik yang berkaitan dengan kode etik, nilai-nilai kemanusiaan, maupun peraturan perundang-undangan.
"DJP tidak mentoleransi seluruh perbuatan yang melanggar kode etik, nilai-nilai kemanusiaan, serta peraturan perundang-undangan," sambungnya.
Selain itu, DJP membuka saluran bagi masyarakat yang ingin melaporkan pelanggaran oleh pegawai DJP melalui kanal pengaduan Kringpajak 1500200, email [email protected], situs pengaduan.pajak.go.id, dan wise.kemenkeu.go.id.
"DJP menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan publik dalam menjaga DJP menjalankan fungsi pengumpul penerimaan negara melalui pajak," ucap Dwi.
Sebagai informasi tambahan, video rekaman CCTV yang menunjukkan KDRT tersebut telah menyebar luas di media sosial. Akun Instagram @ri********** mengungkapkan bahwa korban kekerasan tersebut adalah temannya, yang merupakan istri dari seorang pegawai instansi pemerintah.
"Korban sejak 2023 mengajukan laporan pada pihak berwenang namun belum mendapatkan tanggapan yang sesuai," tulis akun tersebut.