Cerita Keluarga Siswa SMK Semarang Sempat Diminta Bikin Video Pernyataan Ikhlas

Cerita Keluarga Siswa SMK Semarang Sempat Diminta Bikin Video Pernyataan Ikhlas
Cerita Keluarga Siswa SMK Semarang Sempat Diminta Bikin Video Pernyataan Ikhlas

Lambeturah.co.id - Keluarga Gamma, siswa SMKN 4 Semarang yang tewas ditembak oleh anggota Satresnarkoba Polrestabes Semarang Aipda Robig Zaenudin, mengaku sempat diminta untuk membuat video pernyataan ikhlas oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dan satu wartawan berinisial D.

Diketahui, Gamma tewas setelah ditembak Aipda Robig Zaenudin pada Minggu (24/11/2024) dini hari. 

Paman Gamma, Agung mengatakan usai kejadian itu atau pada hari Senin (25/11/2024), Kapolrestabes Semarang mendatangi rumah Gamma bersama jajaran anggota Polrestabes Semarang dan seorang wartawan.

"Kami nggak tahu kalau di situ Pak Kapolres bawa wartawan, terus orang itu (wartawan) bilang ke saya 'Pak biar beritanya tidak menyebar ke mana-mana sebaiknya dari keluarga korban membuat video pernyataan bahwa keluarga Gamma sudah mengikhlaskan kejadian ini, dan tidak akan membesar-besarkan masalah ini'," cerita Agung dikutip pada Minggu (8/12/2024).

"Saya nggak mau saya, terus Pak Kapolres juga bilang 'nggak apa-apa Pak, nanti Bapak memberi pernyataan seperti ini aja', Terus Pak Kapolres dia mengulangi itu, (video berisi) bahwa ini keluarga Gamma mengikhlaskan kejadian ini, dan tidak akan memperbesar masalah ini dan untuk masalah hukumnya nanti" tambahnya. 

Tetapi, keluarga Gamma tetap kukuh tak mau membuat video yang menyatakan jika mereka telah mengikhlaskan kematian Gamma karena ditembak polisi. 

"Tetap saya tidak mau, 'saya nggak mau Pak karena ini saya harus rembugan dengan keluarga besar kami, saya nggak berani untuk memutuskan atau memberi pernyataan sendiri' gitu, (Wartawan) Namanya 'D'. Dia pulangnya itu duduknya sebelahnya Pak Kapolres, satu mobil. Ciri-ciri, putih, gemuk, gempal, kaus biru. Pokoknya dia bilang wartawan, cuma kita nggak tahu wartawan apa, Saat kita berbincang ini dia (wartawan) moto-moto gitu, tahunya itu intern Polrestabes. Karena setahu kami Pak Kapolrestabes memperkenalkan beliau, terus Pak Kasat Reskrim, Pak Kasat narkoba, cuma yang satu (wartawan) nggak diperkenalkan," ungkapnya.

Agung juga menlanjutkan, pertemuan malam itu berjalan kurang lebih setengah jam. 

"(Ada surat pernyataan atau disuruh tanda tangan?) Nggak, cuma (sempat diminta membuat) video pernyataan dari keluarga Gamma kalau keluarga nggak akan memperbesar, ikhlas, atas kejadian ini (tapi akhirnya ditolak)," pungkasnya.