Heboh! Perusahaan Asing Jual Rumah Murah di Karimunjawa Untuk WNA

Heboh! Perusahaan Asing Jual Rumah Murah di Karimunjawa Untuk WNA
LambeTurah.co.id - Sebuah perusahaan asing menjual rumah yang berlokasi di pinggir pantai Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Kejadian ini ramai di jagad Twitter karena ditujukan untuk warga negara asing (WNA).
Berita viral ini berawal dari unggahan akun Twitter Lorraine @yoyen yang menyoroti iklan penjualan rumah di Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah untuk WNA. Akun tersebut menyinggung jika harga yang ditawarkan dinilai sangat murah dibandingkan harga pasaran rumah di Eropa.

Lewat utas tweet-nya, @yoyen mengunggah iklan perumahan The Startup Island di Facebook. Dalam iklan tersebut ditawarkan beberapa unit rumah di pulau surga, Karimunjawa, seharga 49.500 Euro atau sekitar Rp 808 juta.


Ucap Tiga Kali Ijab Kabul, Ridho DA Resmi Menikahi Kekasih


Perusahaan asing tersebut mengklaim jika dalam delapan bulan mereka bisa menjual 170 rumah dari 300 rumah yang mereka pasarkan. Hunian tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas mewah seperti akses langsung ke pantai, beach club, tenis, gym dan lainnya.

"Ya gimana enggak laku jual rumah harga segitu untuk pasar Eropa. FYI harga rata-rata rumah di Belanda dengan 3 kamar tidur (biasanya dua tingkat), taman kecil depan dan belakang tahun lalu itu 419.000 Euro (Rp 6,8 miliar)," tulis dia.

Kemudian Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara ikut menyoroti jika proyek itu merupakan proyek resort dan belum mengantongi izin. Kepala Dinas PUPR Jepara, Ary Bachtiar mengaku pembangunan resort di lokasi tersebut diperbolehkan karena tidak masuk di kawasan Taman Nasional Karimunjawa.

"Belum ada izin, secara tata ruang boleh, tapi secara izinnya belum ya," kata Kepala Dinas PUPR Jepara, Ary Bachtiar, Minggu (16/1).

"Bukan wilayah Taman Nasional Karimunjawa, kalau masuk balai tidak mungkin, tidak boleh," sambungnya.

Menurutnya iklan jual beli rumah yang tengah viral itu adalah pembangunan resort atau penginapan di Desa Kemojan dekat Bandara Dewadaru. Menurutnya pembangunan resort itu milik orang Spanyol untuk disewakan.

"Itu kemungkinan resort yang di Desa Kemojan dekat Bandara Dewadaru pemiliknya orang Spanyol, akan dibangun dan disewakan," jelas Ary.

Informasi berbeda didaptkan Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa, Titi Sudaryanti. Informasi yang masuk ke pihaknya, proyek itu merupakan pembangunan apartemen, bukan perumahan maupun resort.

"Itu bukan bangun rumah banyak ya, info yang saya terima itu membangun apartemen, bukan rumah itu ya. Jadi apartemen jadi tanahnya tidak banyak, jadi apartemen tingkat berapa kita belum punya info, di lapangan baru persiapan," terang Titi.

Titi menjelaskan jika tidak semua lahan yang ada di pulau Karimunjawa adalah kawasan taman nasional yang dilindungi. Pembangunan diperbolehkan asal di luar itu.