Jokowi Didesak Reshuffle Luhut dan Erick Thohir

Agus Juga menilai bahwa kedua nama ini diduga terlibat dalam kepentingan bisnis tes PCR di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) terkait penanganan Covid-19.
"Untuk memulihkan dan mengobati kekecewaan, rasa terluka masyarakat, Jokowi harus melakukan langkah yang 'radikal', dia harus melakukan perombakan kabinet di sektor yang disoroti masyarakat, di sektor yang potensi dugaan penyelewengannya tinggi, seperti kasus PCR ini, dua orang itu adalah pintu masuk," kata Agus.
Agus menyebut kebijakan tes PCR untuk perjalanan yang selalu berubah-ubah dalam waktu cepat disebabkan oleh adanya konflik kepentingan antara pebisnis dan pemerintah, ketegasan Jokowi sangat dinanti untuk memulihkan kepercayaan terhadap masyarakat.
"Kalau kita mau melawan Covid-19 masyarakat harus percaya sama pemerintah, sekarang tidak percaya loh, ah benar tidak aturan PCR, besok udah ganti lagi, nah itu kan menghambat," jelas Agus.
"Jadi sepulangnya dari kunker ke Dubai, Presiden Jokowi harus benar-benar memikirkan ini," jelas Agus.
Dia juga meminta masyarakat harus memberikan sanksi sosial kepada pejabat yang mengambil kesempatan dimasa pandemi seperti sekarang ini.
"Hukuman sosial harus berjalan, karena ini mau Pemilu, ini bisa jadi pendidikan politik bagi masyarakat bahwa kita tidak bisa asal memilih pemimpin kta, tidak tidak bisa bayar pajak doang tapi tidak diawasi, kita jangan gampang lupa dulu begini nyalon lagi dipilih lagi," tutur Agus.