Jukir Liar di Jakarta Sulit Diberantas, Diduga Kuat Ada "Bekingan"

Lambeturah.co.id - Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menertibkan juru parkir (jukir) liar yang telah dilakukan beberapa hari terakhir dinilai tak efektif.
Ada beberapa faktor yang membuat para jukir liar di Jakarta sulit diberantas, mulai adanya dugaan bekingan hingga profesi menjadi ladang uang. Bahkan, solusi yang ditawarkan Pemprov DKI berupa pekerjaan pengganti profesi mereka belum bisa terealisasi.
Terkait hal itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menjelaskan, adanya bekingan para jukir liar di Jakarta menjadi faktor terbesar sulitnya mereka diberantas.
"Ada bekingan itu. Ada kelompok kesukuan, petugas entah itu dari kalangan penegak hukum sendiri. Bahkan hingga parpol karena itu banyak," kata Trubus dikutip pada Selasa (21/5/2024).
"Jadi tidak akan mampu (menertibkan jukir liar). Jadi jangka pendek saja, kalau ngomong parkir liar ini seperti ngomog kaset rusak," tambahnya.
Ladang cuan Bukan saja soal bekingan, jukir liar di Jakarta sulit ditertibkan lantaran profesi yang menjadi persoalan bertahun-tahun itu dibiarkan tumbuh subur.
"Kalau saya melihatnya ini, satu kalau itu adalah lahan basah. Selama ini dijadikan ladang cuan bagi kelompok tertentu," ujarnya.
Hampir semua para jukir liar itu memberikan sebagian uang hasil parkir kepada sejumlah kelompok atau perorangan yang menjanjikan untuk membekingi.
Trubus menambahkan, operasi penertiban jukir liar yang dilakukan Dishub dan Satpol PP DKI hanya dilakukan beberapa hari saja, upaya jangka pendek.
"Kedua saya melihat ini kebijakan yang dilakukan oleh Pak Heru Budi ini seperti hanya pemadam kebakaran gitu. Kalau tidak ada solusi, bakal muncul terus," tandasnya.