Perempuan Berjilbab Bawa Pisau ke Gereja di Surabaya, Kini Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Lambeturah.co.id - Insiden mengejutkan terjadi di Gereja St. Stefanus, Jalan Manukan Rukun, Lontar Sambikerep, Surabaya. Seorang perempuan muda berjilbab memasuki gereja sambil membawa pisau kecil, memicu kepanikan di kalangan jemaat.
Perempuan tersebut mengaku berasal dari Madura dan mengklaim datang atas perintah seseorang.
Rekaman interogasi berdurasi 1 menit 30 detik yang merekam kejadian itu telah diunggah ke akun Instagram @lyana.lukito. Dalam video tersebut, perempuan itu terlihat duduk di bangku gereja sambil diinterogasi oleh jemaat dan pengurus.
Salah satu momen terekam menunjukkan benda yang diduga pisau terjatuh ke lantai. "Oh jatuh ya," kata perempuan tersebut sambil melihat benda yang jatuh.
Seorang pria memastikan benda tersebut diamankan seraya berkata, "Sudah, sudah kami amankan. Kami yakin Anda orang baik."
Perempuan itu kemudian bertanya kepada jemaat, "Saya boleh ke situ?" namun langsung dilarang.
Ketika ditanya asal-usul kedatangannya, perempuan itu menjelaskan bahwa ia mendapat perintah untuk membawa pisau ke gereja tersebut.
"Kamu dari Madura langsung ke sini, kok tahu alamatnya sini siapa yang ngasih tahu alamatnya?" tanya jemaat tersebut.
"Katanya Bunda Maria itu punya anak, Bunda Maria bawa anak," ucapnya. Ia juga mengaku bahwa jika menolak perintah tersebut, dirinya akan menjadi korban penusukan.
Ia juga mengaku jika menolak perintah tersebut, ia akan ditusuk. "Katanya kalau nggak mau saya digituin, ditusuk gitu," ungkapnya.
Reaksi Jemaat Gereja
Menurut kesaksian jemaat, perempuan itu menunjukkan perilaku tidak biasa selama berada di dalam gereja. "Wanita ini ijin bertanya ketika romo berbicara, menangis, teriak-teriak, hingga muntah," ungkap seorang saksi.
Situasi semakin memanas ketika perempuan tersebut mencoba memasukkan tangannya ke dalam bajunya, hingga pisau kecil jatuh dan langsung diamankan jemaat yang berjaga.
Setelah misa selesai, perempuan tersebut diamankan oleh pihak gereja yang langsung menghubungi RT, RW, dan kepolisian.
Pemeriksaan Kejiwaan
Kapolsek Lakarsantri Kompol M. Akhyar mengonfirmasi bahwa perempuan tersebut kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Yang bersangkutan sekarang di RSJ Menur lagi diobservasi," ujar Kompol Akhyar.
Hal ini juga diamini oleh Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Nainggolan.
Insiden ini telah memicu perhatian publik, terutama menyangkut motif di balik tindakan perempuan tersebut. Hingga kini, pihak berwajib masih mendalami latar belakang kasus untuk menentukan langkah lebih lanjut.