Telegram Berubah Total Pasca CEO Pavel Durov Ditangkap di Prancis

Telegram Berubah Total Pasca CEO Pavel Durov Ditangkap di Prancis
Telegram Berubah Total Pasca CEO Pavel Durov Ditangkap di Prancis

Lambeturah.co.id - Telegram merombak besar-besaran di aplikasinya usia CEO Pavel Durov ditangkap di Prancis dan kemudian dibebaskan bersyarat.

Telegram memperluas jangkauan moderatornya untuk mengawasi chat personal. Hal itu tertulis dalam laman 'Frequently Asked Questions' (FAQ) Teegram, dikutip, pada Sabtu (7/9/2024).

Perubahan kebijakan ini dapat mengubah persepsi terhadap Telegram yang selama ini dinilai terlalu bebas dalam mewadahi konten ilegal. 

Pada pekan ini, Durov juga mengunggah unggahan di X yang menyebut popularitas Telegram yang kian moncer memudahkan pelaku kriminal berbuat semena-mena di platform tersebut.

Ia berjanji bakal memperbaiki sistem Telegram demi keamanan lebih dari 950 juta penggunanya.

"Saya masih mencoba memahami apa yang terjadi di Prancis. Namun, saya mendengarkan berbagai kekhawatiran yang ada. Saya menetapkan tujuan personal untuk mencegah pelaku kekerasan dalam mengintervensi masa depan lebih dari 950 juta pengguna kami," katanya lewat akun X personalnya.