Tidak Terima Unggahan Pegi Dihapus, Penyidik Polda Jabar Dilaporkan ke Propam

Tidak Terima Unggahan Pegi Dihapus, Penyidik Polda Jabar Dilaporkan ke Propam
Tidak Terima Unggahan Pegi Dihapus, Penyidik Polda Jabar Dilaporkan ke Propam

Lambeturah.co.id - Tak terima unggahan Pegi Setiawan alias Perong dihapus oleh pihak Penyidik Polda Jabar. Kini Kuasa Hukum Pegi, Toni RM melaporkan penyidik Polda Jabar ke Devisi Propam Mabes Polri. 

Pelaporan itu berkaitan dengan hilangnya unggahan dari akun Facebook milik Pegi, yang saat ini disita oleh pihak kepolisian. 

"Kami kuasa hukum Pegi Setiawan baru saja menyerahkan surat pengaduan mengenai hilangnya postingan-postingan akun Facebook atas nama Pegi Setiawan," kata Toni saat ditemui awak media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis (20/6/2024).

Aduan itu teregister nomor SPSP2/002661/VI/2024/BAGYANDUAN yang dilayangkan oleh kuasa hukum Pegi, Sugianti Iriani dan Toni RM, pada Kamis (20/6/2024).

Menurut Toni, postingan Pegi dalam akun itu sangat penting sebagai bukti penguat keberadaan Pegi saat kasus Pembunuhan Vina dan Eky pada 27 Agustus 2016.

"Setelah ramai postingan-postingan Pegi Setiawan itu muncul yang menunjukkan bahwa Pegi Setiawan itu berada di luar Cirebon, berada di Bandung, kemudian akun Facebook itu hilang," ujar Toni.

Usai sempat hilang, tiba-tiba akun Facebook itu kembali muncul. Namun postinga dalam akun itu hilang. Termasuk, soal status Pegi soal keberangkatannya ke Bandung yang sudah hilang.

Lantas, Toni mengatakan postingan Pegi yang hilang, berawal dari tulisan perjalanan ke Bandung pada 12 Agustus 2016 'Bismillah on the way Bandung' dilanjutkan postingan kedua pada hari yang sama 'Alhamdulillah nyampe, nunggu jemputan lama bingit'.

Lalu pada 17 Agustus 2016, Pegi Setiawan kembali mengunggah status 'Mengais rezeki di kota orang'. Selang tujuh hari, tepatnya pada 24 Agustus, ada kembali unggahan Pegi Setiawan yang menuliskan status 'Lupa suasana kampung halaman'.

"Kemudian, 1 September Pegi Setiawan menuliskan 'Ya Allah saya gatau apa-apa tentang masalah ini. Kenapa saya kena getahnya cobaan yang engkau berikan begitu berat ya Allah'. Tanda serunya sampai banyak," ucap Toni membacakan.

"Ini kejadian itu kan (pembunuhan Vina dan Eky) tanggal 27 Agustus 2016, tanggal 30 Agustus 2016, 3 hari setelah kejadian, polisi itu mendatangi rumah ibu Pegi," pungkasnya.