Akibat Oknum Ormas, Investasi Ratusan Triliun Rupiah di RI Batal Masuk

Akibat Oknum Ormas, Investasi Ratusan Triliun Rupiah di RI Batal Masuk
Akibat Oknum Ormas, Investasi Ratusan Triliun Rupiah di RI Batal Masuk

Lambeturah.co.id - Para pengusaha keluhkan adanya berbagai pungutan dari organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Masalah ini seolah tak pernah diselesaikan hingga sekarang. Para oknum ormas ini meminta uang sumbangan dengan dalih menjaga keamanan dan ketertiban. 

Tak hanya pungutan keamanan, banyak ormas kerap meminta proyek seperti memaksa menjadi vendor katering, menjadi penyedia transportasi, minta dilibatkan dalam pembangunan proyek pabrik, hingga jatah mengelola limbah. 

Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar, mengatakan adanya potensi kerugian akibat maraknya ormas meminta uang keamanan ini capai ratusan triliun rupiah.

"Itu sih udah pasti, menurut saya itu bisa dikatakan udah kalau dihitung semuanya ya, ngitungnya bukan cuma yang keluar, tapi yang enggak jadi masuk juga. Itu bisa ratusan triliun juga tuh. Ratusan triliun," kata Sanny di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, dikutip pada Minggu (16/3/2024). 

Ia menjelaskan jika ormas kerapkali menimbulkan gangguan keamanan dengan masuk ke kawasan industri dan melakukan unjuk rasa. 

"Padahal itu orang (ormas bikin resah) dari daerah-daerah enggak jelas juga, dari jauh-jauh juga, pokoknya kita ini minta jatah kita, harus diberikan ke kita. Kan enggak bisa. Zaman sekarang perusahaan kan untuk menentukan segala sesuatu kan harus melalui proses tender," pungkasnya.