Anggota DPR RI Hasbiallah Ilyas Jelaskan Terkait Ucapan 'KPK Kalau Mau OTT Telepon Dulu'

Lambeturah.co.id - Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, mengatakan soal pernyataan ada baiknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telepon pejabat perihal terlebih dulu jika ingin melakukan operasi tangkap tangan (OTT).
Ia menyebutkan pernyataannya itu sebagai guyonan menekankan pada titik pencegahan dari KPK.
Pernyataan Hasbiallah soal OTT KPK itu disampaikan saat uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon pimpinan KPK di DPR RI.
"KPK ini lebih banyak pemborosannya OTT (proses) satu tahun, sudah satu tahun setelah itu uang negara hilang dulu baru ditangkap. Kenapa kita tidak bisa kalau nanti bapak terpilih, bapak harus ambil sikap ekstrem. Kalau sudah tahu misalnya salah satu pejabat negara, gubernur, atau bupati melakukan korupsi, atau indikasi melakukan korupsi itu paling tidak kita sampaikan, kita telepon, 'hai bapak jangan lakukan korupsi, lakukan korupsi anda saya tangkap', selesai. Tidak ada yang negara yang dirugikan," kata Hasbiallah.
Secara terpisah, Hasbi menuturkan maksudnya sebagai guyonan. Ia mengatakan jika setuju dengan OTT, namun ada baiknya untuk dilakukan pencegahan terlebih dahulu supaya tak ada uang negara yang dirugikan.
"Maksud saya, yang saya sampaikan tujuan saya primadonanya itu adalah pencegahan, bukan berarti kita tidak mau (OTT), bukan berarti kita tidak setuju dengan tangkap tangan. Saya setuju, di awal saya bilang setuju," ujar Hasbiallah kepada wartawan, pada Senin (25/11/2024).
"Ini cuma, lihat dong videonya. Nah, di situ tangkap tangan, dalam artiannya kan begini. Di waktu yang nangkap tangan itu kan ada proses, ada indikasi, yang selama ini yang saya tahu, yang saya amati itu sudah penerimaan kedua kali yang ditangkap itu kan, atau penerimaan yang ketiga kali yang ditangkap. Kenapa tidak dari awal sudah ada indikasi, diperingatkan. Itu tidak ada uang negara yang hilang," pungkasnya.