Gempa Tujuh Kali Dalam Semalam Kota Salatiga-Ambarawa, Begini Penjelasan BMKG

Gempa Tujuh Kali Dalam Semalam Kota Salatiga-Ambarawa, Begini Penjelasan BMKG
LambeTurah.co.id - Tercatat ada tujuh kali gempa terjadi di Kota Salatiga dan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dini hari hingga pagi tadi. BMKG menyebut diduga kuat pemicu gempa adalah sesar Merbabu, Merapi dan Telomoyo.

Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam akun Twitternya memberikan informasi soal gempa tersebut, berikut titik gempanya :

1. Pukul 00.32.05 WIB M3 (gempa magnitudo 3) kedalaman 6 km (13 km barat laut Salatiga)

Wow ! Gaji dan Tunjangan 106 Anggota DPRD DKI Jakarta Naik Rp 26,4 Miliar


2. Pukul 00.42.54 WIB M2,9 kedalaman 11 km (7 km barat Salatiga)

3. Pukul 01.25.00 WIB M2,5 kedalaman 5 km (12 km barat laut Salatiga)

4. Pukul 02.35.57 WIB M2,5 kedalaman 13 km (12 km barat laut Salatiga)

5. Pukul 05.29.51 WIB, M2,6 kedalaman 18 km ( 3 km Timur-Ambarawa)

6. Pukul 05.39.21 WIB, M3 kedalaman 15 km (14 km barat laut Kota Salatiga)

7. Pukul 06.33.46 WIB, M3 kedalaman 5 km (11 km barat laut Kota Salatiga).

Daryono juga mengatakan bahwa terkait dugaan penyebab terjadinya rentetan gempa Salatiga-Ambarawa tersebut. Dilihat dari gempa utama yaitu gempa pertama, gempa diduga dari sesar aktif di sesar Merbabu, Merapi, dan Telomoyo.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Diduga kuat sumber gempa sesar aktif yang menjadi pemicu gempa ini adalah Sesar Merbabu Merapi Telomoyo," jelas Daryono dalam akun Instagramnya, Sabtu (23/10/2021).

Ia juga menjelaskan berdasarkan peta tingkat guncangan gempa di beberapa daerah itu bisa dirasakan orang banyak dan dampaknya benda yang digantung bergoyang.

"Berdasarkan peta tingkat guncangan (shake map) BMKG tampak bahwa dampak gempa berupa guncangan dirasakan di Ambarawa, Salatiga, Banyubiru, dan Bawen dalam skala intensitas II MMI di mana guncangan dirasakan oleh orang banyak dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang," pungkasnya.