Membutuhkan Uang Banyak Pelawak Qomar Jalani Kemoterapi Karena Kanker Usus

Membutuhkan Uang Banyak Pelawak Qomar Jalani Kemoterapi Karena Kanker Usus
Komedian Nurul Qomar atau dikenal H. Qomar saat ini sedang membutuhkan uang untuk menjalani kemoterapi. Pelawak Qomar divonis mengidap kanker usus.

Kanker usus yang ada dalam tubuh Qomar sudah stadium 4C. Qomar yang masih tetap beraktivitas mengaku sedang dalam masa pemulihan. Dia wajib melakukan kemoterapi sebanyak dua kali dalam satu bulan. Hal itu harus dilakukan olehnya selama enam bulan penuh untuk kesembuhanya. "Saya rencananya untuk program enam bulan ini kan kemoterapi membutuhkan cukup biaya yang besar," ungkap Qomar.

Qomar mengakui dirinya baru menjalani operasi yang cukup besar. "Operasi cukup besar, dokter ahli memvonis kanker ganas ada di pencernaan usus besar dan usus halus dan stadium empat C," Papar Qomar.

Ketahuan Hendak Memperkosa Anak Dari Adik Tirinya, Pria Asal Pontianak Tusuk Ibu Tiri Hingga Tewas



Komedian yang juga sebagai politisi itu menceritakan awal mula merasakan keanehan pada tubuhnya. Dia bahkan mengalami kesulitan buang air besar. "Satu waktu selama satu bulan itu tidak bisa buang air besar dan tidak bisa buang gas (kentut)," cerita Qomar."Keras, (seperti) mau pecah," lanjut Qomar.

Qomar sempat menjalani perawatan di dua rumah sakit. "Di rumah sakit di Ciputra Hospital ada satu (sampai) dua minggu. Kemudian di RSUD Kabupaten Tangerang sampai dua atau tiga minggu," ungkap Qomar. Sampai akhirnya dia melakukan operasi untuk membuat stoma di pinggangnya.

Stoma adalah lubang buatan, biasanya dibuat permanen pada usus besar yang melalui dinding tubuh guna mengeluarkan kotoran yang mengakibatkan terjadinya gangguan kolon atau dubur. "Jadi sistem pencernaan saya diubah. Sekarang tidak di anus BAB-nya, tapi pinggang sini. Jadi dibuatkan lubang stoma," cerita Qomar.

Pelawak yang tergabung dalam kelompok 4 Sekawan itu mengaku merasa prihatin terhadap penderita lainnya. Pasalnya, orang yang terkena kanker sangat membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk berobat. "Saya merasakan betapa pedihnya berapa prihatinnya seorang yang mendapat berkah kanker ganas yang menyerang usus besar dan usus halus dan stadium empat C," sambung Qomar.

Salah satu penyebab yang dipahami oleh Qomar adanya faktor genetika atau keturunan. Sudah sekitar dua bulan dia mengetahui sakit setelah melakukan pemeriksaan kesehatan. "Jadi faktor genetika. Cuma memang barangkali ada satu keadaan pola makan yang tidak sehat," sambungnya.

Qomar juga menjelaskan soal dugaan pola makan selama dirinya berada di dalam penjara, yang jadi salah satu pemicu penyakitnya. Qomar menegaskan selama di penjara tidak ada perlakuan istimewa yang didapat oleh pria berusia 61 tahun itu.

"Ada indikasi itu, selama satu tahun ada pola makan yang tidak ideal. Tapi saya tidak berbeda dengan yang lain, tidur bersama, makan bersama gitu, biasa-biasa saja. Ada indikasi, tapi memang sudah kecenderungan lama, 'Tahunan nih Pak haji' tapi hereditas," cerita Qomar.

Qomar pun berinisiatif untuk menjual lukisannya. Semua hasil penjualan lukisan akan didonasikan untuk membantu para penderita kanker. "Saya berencana melelang semua lukisan saya, yang saya miliki dan sebagian besar sumbangkan kepada para penderita yang sama satu yayasan nanti kita akan serahkan," tutur Qomar.

 Hari-hari Qomar menjalani pengobatan dengan penuh semangat. Ia menyikapi penyakit yang diidapnya adalah bagian dari proses hidup yang harus dijalani.

"Proses yang mesti dijalani, setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolahan. Ini bagian dari school of life, sekolah kehidupan yang harus dilalui. Kita usaha dan semua teman, keluarga dan sahabat adalah kekuatan kita," Qomar menyampaikan.