Demo Revisi UU Pilkada di Semarang Ricuh, Belasan Mahasiswa Dilarikan ke RS

Lambeturah.co.id - Kericuhan aksi demonstrasi menolak revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) di Gedung DPRD Jawa Tengah pecah. Belasan mahasiswa dilarikan ke rumah sakit lantaran luka-luka dan terkena tembakan gas air mata.
Belasan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang dan daerah lain dilarikan ke RS Roemani dan UKS SMKN 4 Semarang untuk perawatan, usai terjadi benturan dengan aparat.
Tak hanya mengalami luka lecet dan pingsan para mahasiswa harus lari kocar-kacir untuk menghindari kejaran polisi.
Selain itu, polisi juga menyemprotkan Walter Canon dan meringsek menggunakan kendaraan roda dua untuk membubarkan aksi unjuk rasa menolak revisi Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada).
"Kurang lebih 15 terluka bahkan diperkirakan terus bertambah dan hingga saat ini masih dilakukan pendataan, para pengunjukrasa mengalami luka-luka tersebut selain dilarikan ke Rumah Sakit Roemani dan UKS SMK 4 Semarang.," ujar Tim Hukum Massa Aksi di DPRD Jawa Tengah Arif Syamsudin, pada Kamis, (22/8/2024).
"Informasinya ada satu yang diiduk aparat, sekarang kita sekarang masih coba tracking bagaimana kondisinya," tambahnya.
Sampai berita ini dimuat, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian atas kericuhan yang terjadi pada aksi unjukrasa tersebut.